Satgas Sigrak Cegah Tindak Kekerasan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Angka kekerasan di Kota Yogyakarta selama beberapa tahun ini masih cukup tinggi, yang didominasi kekerasan psikis. Untuk itu Pemkot Yogyakarta bersama Satuan Tugas Siap Gerak Atasi Kekerasan (Satgas Sigrak) menggencarkan pencegahan tindak kekerasan.

“Angka kekerasan di Kota Yogyakarta masih cukup tinggi. Bentuk kekerasan kebanyakan psikis. Terutama pada perempuan dan anak,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta, Edy Muhammad dalam jumpa pers terkait kampanye Hari Anti Kekerasan di Balaikota, Kamis (26/11).

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPT P2TPA) DPMMPA Kota Yogyakarta sejak Januari-Oktober 2020 menerima laporan dan menangani kasus kekerasan sebanyak 113 orang. Jumlah itu terdiri atas 98 kekerasan perempuan dan 15 kekerasan laki-laki. Kekerasan pada anak-anak dari Januari-Oktober 2020 sebanyak 28 anak. Sedangkan data kekerasan selama tahun 2019 mencapai 121 orang dan tahun 2018 ada 201 orang.

Menurutnya, bentuk kekerasan pada perempuan berupa 54 kekerasan psikis 54 kasus, 26 fisik, 7 penelantaran, 1 perkosaan, 7 pencabulan, 3 pelecehan seksual 3. Untuk kekerasan pada laki-laki yakni 9 kekerasan psikis, 1 fisik, 2 penelantaran, 2 pencabulan dan 1 perdagangan manusia. Sedangkan pada anak-anak 12 kekerasan psikis, 4 fisik, 7 pencabulan, 1 perkosaan, 4 penelantaran.

“Jumlah kekerasan yang masih cukup tinggi ini perlu menjadi perhatian masyarakat. Terutama untuk peduli dan responsif dalam melihat permasalahan perempuan dan anak,” paparnya.

Untuk itu dalam peringatan hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak Indonesia, DPMPPA dan Satgas Sigrak mengadakan kampanye hari anti kekerasan pada 25 November-16 Desember 2020. Kampanye akan diikuti 90 Satgas Sigrak kelurahan dan 15 Satgas Kecamatan. Kegiatan diawali dengan aksi bersama lindungi anak dan perempuan dengan membagikan bunga leaflet dan poster terkait informasi perlindungan perempuan dan anak serta fasilitas layanan pengaduan di UPT P2TPA di nomor 08112857799.

“Tujuan dari kampanye ini untuk membangun kesadaran warga memiliki kepedulian atas hak-hak perempuan dan anak serta upaya mencegah tindak kekerasan,” imbuhnya.

Selain itu mengadakan road show sosialisasi Satgas Sigrak di 14 kecamatan. Satgas Sigrak bertugas mencegah, menangani, menjangkau, mendampingi hingga merujuk kasus kekerasan di wilayah masing-masing. Diharapkan Satgas Sigrak semakin dikenal sehingga memudahkan dan mempercepat laporan informasi terkait kekerasan dan penanganannya. (Tri)

Read previous post:
POLISI GELAR REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN BAKUL JAMU-Mabuk Berat, Teman Dikeroyok Sampai Tewas

Close