Pemkot Yogya Miliki 156 Inovasi, Paling Banyak Terobosan Digital

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pemkot Yogyakarta memiliki 156 inovasi sejak tahun 2017 sampai sekarang. Sebagian besar inovasi tersebut berbasis digital dan untuk peningkatan pelayanan publik. Tapi aspek indeks inovasi terkait hasil pengetahuan dan teknologi masih menjadi pekerjaan rumah.

“Dari seluruh inovasi terbagai inovasi digital dan nondigital. Paling banyak inovasi digital sebanyak 67 inovasi atau 56 persen. Untuk inovasi nondigital terdapat 53 inovasi atau 44 persen,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, saat paparan strategi percepatan inovasi di Balaikota, Rabu (25/11).

Bappeda Kota Yogyakarta mencatat dari 156 inovasi meliputi 120 inovasi dari implementasi 1 Januari 2017 sampai 31 Desember 2019 yang terlaporkan dalam sistem Innovative Government Award (IGA). Sedangkan 13 inovasi tidak lengkap data dukungnya dan 23 inovasi baru yang diimplementasikan pada tahun 2020. Dari segi inisiatornya rinciannya 4 inovasi berasal dari kepala daerah, 65 inovasi dari organisasi perangkat daerah, 45 inovasi dari PNS dan 5 inovasi dari masyarakat.

“Kebanyakan inovasi yang dihasilkan memiliki tujuan untuk peningkatan pelayanan publik. Ada juga yang bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing,” tuturnya.

Beberapa bentuk inovasi Pemkot Yogyakarta di antaranya layanan administrasi kependudukan secara online, retribusi parkir nontunai, Publik Safety Center 119 Yes Yogya, satu data untuk semua, Sika sistem aplikasi aduan kekerasan anak dan perempuan dan Sipenjalu sistem penerangan jalan umum terkait pengelolaan dan perawatan penerangan jalan umum. (Tri)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Kamis (26/11/2020)

Close