PKL Desak Jam Uji Coba Malioboro Diperpendek

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Komunitas kawasan Malioboro mendesak Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta untuk mengevaluasi kebijakan uji coba pedestrian Malioboro. Pasalnya, uji coba yang diberlakukan sejak pukul 06.00 hingga 22.00 WIB setiap harinya membuat penghasilan mereka berkurang.

Humas Komunitas Malioboro, Paul Zulkarnain mengusulkan salah satu cara yakni mengurangi jam pembatasan kendaraan bermotor yang melewati Malioboro. “Rentang waktu pelaksanaan uji coba bisa diperpendek hanya malam hari mulai pukul 18.00 sampai 22.00 malam,” ungkapnya Sabtu, (7/11) di DPRD DIY.

Menurutnya, pengunjung dan wisatawan susah mencari kantong parkir di sirip Jalan Malioboro sehingga membuat mereka enggan masuk di kawasan tersebut dan berakibat berkurangnya pendapatan.
Padahal menurutnya sejak muncul kasus Covid-19 pada Maret 2020, banyak PKL harus menutup lapaknya dan saat ini baru memulai untuk bangkit kembali. Namun timbul persoalan baru dengan dilakukan uji coba tersebut.

“Setelah sekian lama hampir tenggelam akibat sepinya pengunjung karena pandemi, saat ini ada uji coba pedestrian yang kembali membuat pengunjung kembali sepi,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Panti Indrayanti mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan evaluasi kebijakan uji coba pedestrian Malioboro. “Dari hasil uji coba ini kemudian kita punya formula yang tepat, kalau tidak ada uij coba tidak tahu dampaknya seperti apa,” ungkapnya.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengungkapkan perlunya kebijakan yang komprehensif pada sistem transportasi yang tepat di kawasan Malioboro. “Sebagai kawasan pedestrian dan pariwisata, penataan transportasi malioboro harus diperhatikan,” ujarnya.

Pemda DIY diharapkan dapat mengembangkan alat transportasi lain seperti becak listrik yang bisa menjadi solusi transportasi di kawasan Malioboro selain bus Trans Jogja. Dengan begitu, masyarakat dan wisatawan memiliki pilihan transportasi yang dapat digunakan saat pendestrian Malioboro diberlakukan. (C-4)

Read previous post:
Jumlah Kehamilan di Kota Yogya Masih Terkendali Selama Pandem

Close