Pola Batu Andesit Pelataran Tugu Mengadopsi Titik Nol Kilometer

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Penataan pelataraan Tugu Yogyakarta menggunakan batu andesit dengan pola melingkar seperti di simpang Titik Nol Kilometer. Hal itu karena Tugu Yogyakarta menjadi satu bagian garis sumbu filosofis Yogyakarta.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Hari Setyo Wacono mengatakan, penataan simpang Tugu Yogyakarta sudah mencapai sekitar 35 persen. Pengerjaan dilakukan bertahap setiap sisi di pelataran Tugu Yogyakarta, sehingga tidak menutup total lalu lintas di simpang.

“Pengerjaan separuh-separuh dulu. Sekarang pengerjaan di sisi selatan Tugu Yogyakarta. Itu dituntaskan dulu,” kata Hari, Selasa (3/11).

Hari menyampaikan, setelah pengerjaan pelataran sisi selatan selesai, akan dilanjutkan di sisi barat dan utara. Penataan pelataraan Tugu Yogyakarta menggunakan batu andesit dengan pola melingkar seperti di simpang Titik Nol Kilometer. Hal itu karena Tugu Yogyakarta menjadi satu bagian garis sumbu filosofis Yogyakarta.

“Saluran ducting untuk memindahkan kabel listrik dan fiber optik di udara ke bawah tanah juga sudah dibangun. Ini agar tidak ada lagi kabel yang melintang di Tugu Yogyakarta,” paparnya.

Saluran ducting untuk memindahkan kabel listrik udara PLN ke bawah tanah dibuat dari timur ke barat Tugu Yogyakarta sepanjang sekitar 140 meter. Sedangkan saluran ducting yang dibuat dari sisi selatan ke utara sepanjang sekitar 120 meter

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Umi Aksanti menambahkan, ketebalan batu andesit yang digunakan juga ditingkatkan karena selama ini banyak yang patah. “Sebelumnya ketebalan batu andesit empat centimeter, ternyata banyak yang patah. Makanya kami ganti dengan batu andesit ketebalan sepuluh centimeter,” imbuh Umi.

Terkait rencana pemindahan kabel melintang ke saluran bawah tanah, dia menyatakan pihak PLN sebenarnya sudah siap. Tapi pihak ketiga yang mengerjakan penataan simpang Tugu, masih perlu memindahkan kotak Area Traffic Control System (ATCS) milik Dinas Perhubungan DIY yang berada di sisi utara Tugu Yogyakarta.

Penataan simpang Tugu Yogyakarta dibiayai dengan Dana Keistimewaan DIY dengan pagu anggaran Rp 9,5 miliar. Ditargetkan sebelum akhir tahun 2020, penataan simpang Tugu Yogyakarta yang menjadi ikon wisata itu selesai. (Tri)

Read previous post:
Sultan: Penetapan UMP DIY 2021 Berdasarkan Kesepakatan Apindo-SPSI

Close