Lumbung Mataraman Bantu Ketahanan Pangan Warga

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menggelar acara Lumbung Mataraman Expo dengan mengandeng kabupaten kota di DIY dalam bentuk bazar dan pameran.

Diikuti oleh 20 kelompok lumbung mataraman dan 16 asosiasi pasar tani. Bertujuan untuk mempromosikan pentingnya konsumsi pangan lokal yang beranekaragam dan aman di tengah pandemi Covid-19.

Lumbung Mataraman dikembangkan menggunakan dana keistimewaan sebagai ikon baru pertanian yang berbasis pemanfaatan pekarangan rumah. Dengan filosofi ‘Nandur Opo Sing Dipangan, Mangan Opo Sing Ditandur’, kegiatan dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Ketua Tim Penggerak PKK DIY, GKR Hemas mengatakan pentingnya menghasilkan produk pangan yang sehat serta beraneka ragam sehingga menjadikan Yogyakarta tetap memiliki ketahanan pangan apalagi pada situasi pandemi Covid-19.

“Kita juga harus menghasilkan makanan sehat. Dengan keanekaragaman makanan yang ada sebetulnya membuat kita tetap punya ketahanan pangan,” ungkapnya, Selasa (27/10) di Halaman DPKP DIY.

GKR Hemas juga mengatakan pentingnya melakukan berbagai inovasi baik dari segi keanekaragaman, manfaat dan tampilan. “(Harus) punya inovasi, mengungulkan pangan untuk menjadi pangan yang berkhasiat,” imbuhnya.

Di samping itu, dia juga memberikan apresiasi atas kerja keras yang sudah dilakukan sehingga program dapat berjalan dengan baik di tengah pandemi Covid-19. “Protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan disiplin karena disiplin adalah kunci keberhasilan kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Syam Arjayanti berharap melalui ekspo tersebut, kelompok yang dibina dapat mengekspos apa yang sudah dihasilkan selama ini. “Harapannya juga meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan bagi mereka,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut juga dibagikan secara simbolis 1.000 paket pangan lokal khas dari kabupaten/kota se-DIY yang dibagikan secara simbolis oleh GKR Hemas. (C-4)

Read previous post:
DUKUH TENGIRI II BANTAH SUNAT DANA BANTUAN-Pemalsuan Tanda Tangan Seizin Warga

Close