Bioskop di Yogya Dibuka Kembali, Kapasitas Penonton Dibatasi Separuh

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Sebagian bioskop di Kota Yogyakarta mulai beroperasional kembali setelah beberapa bulan tutup karena pandemi Covid-19, dengan membatasi jumlah penonton. Hanya saja pengelola bioskop belum mendapatkan surat keterangan verifikasi protokol kesehatan karena masih dalam proses di Dinas Pariwisata setempat.

Dari pantauan pada Senin (26/10) melalui laman salah satu bioskop sudah menampilkan jadwal penayangan beberapa film dengan lokasi bioskop di Kota Yogyakarta. Tertampil belasan kursi penonton dalam satu ruang bioksop sudah dipesan pembeli dalam salah satu judul film yang ditayangkan.

Kepala Bidang Atraksi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Edi Sugiharto mengatakan pengelola bioskop di Kota Yogyakarta sudah mengajukan permohonan verifikasi protokol kesehatan ke Dinas Pariwisata. Tapi verifikasi itu masih dalam proses. “Surat keterangan hasil verifikasi belum keluar karena ada mekanisme dan tahapan yang harus dilakukan,” kata Edi, Senin (26/10).

Ia menyatakan pengelola bioskop sudah mengirimkan surat keterangan penilaian protokol kesehatan secara mandiri atau self assessment dan surat pernyataan. Tim Dinas Pariwisata dan dinas terkait juga sudah melakukan verifikasi di lapangan. Oleh sebab itu pihaknya tidak mempermasalahkan bioskop kembali beroperasional.

“Tidak apa-apa. Karena sejak awal Yogya tidak menerapkan pembatasan sosial berskala besar dan tidak masuk dalam zona merah. Selama kegiatan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, saya kira ini tidak jadi persoalan. Tapi menjadi tanggun jawab bersama,” paparnya.

Ia menjelaskan protokol kesehatan di bioskop secara umum sama harus menerapkan prinsip kebersihan, kesehatan dan keamanan. Sedangkan protokol khusus di antaranya membatasi penonton maksimal 50 persen dari kapasitas ruang, mengatur jarak antrean 1,5 meter dan batas antrean 5 orang per pos. Di samping itu mengatur alur masuk dan keluar penonton dan menyiagakan petugas untuk mengingatkan penonton agar mentaati protokol kesehatan. Termasuk pemesanan dan pembayaran tiket secara online dan mencatat data penonton lewat QR Code.

“Protokol kesehatan sesuai ketentuan dari satgas dan berpedoman rekomendasi dari WHO kaitannya dengan pembukaan gelanggang pertunjukan seni, khususnya bioskop. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Setelah ruang bioskop dipakai, dilakukan disinfeksi dulu sebelum dipakai lagi,” jelas Edi.

Secara terpisah Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyatakan belum menerima laporan terkait permohonan verifikasi protokol kesehatan dari pengelola bioskop di Kota Yogyakarta. Menurutnya dalam verifikasi protokol kesehatan perlu ada standar protokol kesehatan dari asosiasi pengusaha terkait seperti protokol kesehatan di hotel dan restoran.

“Saya belum tahu apakah mereka meminta review verifikasi protokol kesehatan. Kami belum berikan lampu hijau atau verifikasi. Kami akan coba lihat dulu. Kalau misalnya tidak lolos (verifikasi) dan tidak menjalan protokol kesehatan dengan baik, kami tidak menyarankan warga untuk melihat ke bioskop,” tandas Wakil Walikota Yogyakarta itu. (Tri)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Selasa (27/10/2020)

Close