Aparat Harus Disiplinkan Wisatawan Cegah Covid-19 Selama Libur Panjang

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta Satpol PP agar menindak tegas pelanggar protokol kesehatan Covid-19 selama libur panjang Maulud Nabi Muhammad 29 Oktober hingga 1 November 2020 mendatang.

“Libur panjang ya kita sebetulnya tidak mudah ya (untuk mencegah Covid-19) karena yang hadir ke sini tidak hanya orang Yogya tapi juga pendatang. Konsekuensi Satpol PP kita akan memperingatkan terus,” ungkapnya usai meninjau Hotel Mutiara di kawasan Malioboro, Rabu (21/10).

Sultan menyebut pentingnya memanfaatkan penggunaan aplikasi Jogja Pass untuk tracing bagi yang masuk ke Yogyakarta. Namun Sultan juga menekankan kesadaran masyarakat tetap yang utama sebab aplikasi hanya sarana pendukung dalam melakukan upaya tracing apabila ditemukan kasus positif Covid-19. Penerapan 4M tetap harus selalu digiatkan untuk memutus rantai persebaran virus corona.

“Jadi orang pakai masker itu kesadaran yang penting, untuk diri sendiri dan orang lain itu harus tertanam pada diri masing-masing. Kalau orang menganggap masker itu sebagai beban tanpa kesadaran, kalau <I>diomongi<P> ping 100 (ditegur 100 kali) ya tetap tidak mau. Ini masalah disiplin, masalah pendidikan. Jadi itu perlu kita pahami gitu,” paparnya.

Sebelumnya Pemda DIY mengeluarkan Pergub Nomor 77 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Dijelaskan dalam pergub, setiap orang wajib menerapkan 4M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, serta meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sedangkan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat, dan fasilitas umum wajib melakukan sosialisasi, edukasi dan pemanfaatan berbagai media informasi guna memberikan pengertian dan pemahaman mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat, dan fasilitas umum juga wajib menyiapkan sarana dan prasarana 4M yang mudah diakses dan memenuhi standar bagi karyawan dan pengunjung yang datang. Kewajiban lainnya ialah melakukan upaya identifikasi dan pemantauan kesehatan bagi setiap orang yang akan beraktivitas di lingkungannya, serta melakukan pembersihan dan disinfeksi lingkungan secara berkala.

Sanksi pelanggaran penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 bagi perorangan berupa teguran lisan atau tertulis, kerja sosial dan/atau pembinaan. Sedangkan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum, sanksi berupa teguran lisan atau teguran tertulis, pembinaan, penghentian sementara operasional usaha dan/atau pencabutan izin usaha.

Ketua Satpol PP DIY, Noviar Rahmad mengatakan libur panjang akhir Oktober 2020 dipersiapkan dengan sangat ketat. Sebanyak 459 anggota Satpol PP dan 180 personel TNI/polri yang tergabung dalam operasi gabungan sudah disiapkan. “Kami sudah mengatur jadwal 459 satpol PP bersama 180 personel TNI/ Polri yang bergabung dalam operasi gabungan. Kami sudah fokuskan ke objek wisata yang ada di seluruh wilayah DIY terutama pada 64 titik yang kita lakukan penjagaan, nah di kota nanti kita fokus di Malioboro,” jelasnya.

Upaya supervisi juga akan dilakukan terutama di hotel dan tempat penginapan dengan melakukan pengecekan penerapan dan kepatuhan protokol kesehatan serta mengecek apakah pihak penginapan dan hotel meminta hasil tes kesehatan khusunya bagi pendatang dari zona merah. Dia menyebut sektor perekonomian dan kesehatan harus diperhatikan dengan baik.

“Iya kita tingkatkan ini karena 5 hari diperkirakan gelombang wisatawan semakin besar di DIY. Memang satu sisi sektor ekonomi akan tumbuh tapi di sisi lain sektor kesehatan harus diperhatikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekda DIY Baskara mengatakan, masing-masing kabupaten/kota wajib meningkatkan kesiapan ptotokol kesehatan Covid-19 selama kedatangan wisatawan pada libur panjang besok. “Karena kalau protokol kesehatan bagus, wisatawan akan berlama-lama di Yogya. Tentu akan belanja juga,” ungkapnya, Kamis (22/10).

Dengan begitu, Aji mengatakan optimisme pertumbuhan ekonomi di
Yogyakarta selama libur panjang dengan datangnya wisatawan. Meski tidak banyak, akan ada pergerakan ekonomi di Yogyakarta. Apalagi dijelaskan Aji, saat ini angka pertumbuhan ekonomi hampir 5 persen.

“Saya lihat penjual suvenir, batik juga sudah banyak. Harapannya ya terdongkrak dari situ,” sambungnya. “Kemarin saya cek di BI sudah ada pergerakan, walaupun tidak signifikan. Tapi sudah mulai positif. Harapannya akhir 2021 bisa memenuhi 5 persen pertumbuhannya,” jelasnya. (C-4)

Read previous post:
Indeks Capaian Elektronifikasi Kulonprogo Terendah se-DIY

Close