Kebak Cipratan Minyak PKL, Lantai Teraso Pedestrian Malioboro Dipoles Lagi

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Lantai teraso pada pedestrian Malioboro di sisi timur pada zona I dipoles agar tampil bersih kembali. Pemolesan lantai teraso dilakukan karena kondisinya sudah kotor terutama dari tumpahan percikan minyak, kopi dan teh yang sulit dibersihkan. Selama kegiatan pemolesan aktivitas sebagian pedagang kaki lima (PKL) diliburkan.

“Pemolesan lantai teraso ini bagian dari pemeliharaan. Tahap awal lantai teraso sisi timur di zona satu dari utara depan Hotel Garuda sampai Matahari mal,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Ekawanto, Senin (19/10).

Ia menuturkan pemolesan lantai teraso dimulai setelah aksi demo yang rusuh di depan Gedung DPRD DIY pada Kamis (8/10). Pemolesan itu juga sekaligus membersihkan lantai teraso yang kena coretan vandalisme saat demo. Pemolesan lantai teraso menggunakan anggaran sekitar Rp 400 juta dari APBD Kota Yogyakarta tahun 2020.

Menurutnya kesulitan dalam membersihkan lantai teraso adalah banyak aktivitas ekonomi dan PKL di sana, sehingga harus berhati-hati agar debu yang beterbangan tidak mengganggu. Pengerjaan pemolesan selama 30-35 hari dan ditargetkan awal Desember sudah selesai untuk menyambut wisatawan.

Dia menyatakan pemolesan lantai teraso menyasar di zona 1 pada pedestrian sisi timur karena kondisinya banya yang kena percikan minyak, air teh kopi. Mengingat di zona 1 pedestrian sisi timur banyak digunakan PKL berjualan kuliner. Pihaknya berharap para PKL kuliner mengantisipasi cipratan minyak. Misalnya melapisi tempat kompor atau area masa dengan alas karpet plastik atau terpal. Limbah minyak goreng juga harus dibawa pulang tidak boleh dibuang di saluran air.

Sementara itu Ketua Paguyuban Lesehan Malam Malioboro, Sukidi mendukung pemolesan lantai teraso untuk pemeliharaan kawasan Malioboro, sehingga tidak masalah sebagian PKL harus libur dahulu. Dia menyebut rata-rata PKL yang libur 4 sampai 5 hari karena lantar teraso dipoles.

“Kami juga melakukan pembersihan di Selasa Wage dan Jumat bersih. Untuk noda minyak dan teh di lantai teraso sulit dibersihkan di lantai teraso walaupun pakai sabun,” papar Sukidi.

Pihaknya menegaskan, para PKL kuliner sudah berupaya mencegah cipratan minyak dengan memberikan alas di bawah kompor. Tapi diakuinya karena minyak maka cipratan bisa jauh. Sedangkan untuk limbah minyak goreng dan sampah PKL dibawa pulang tiap pedagang. (Tri) 

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close