Pembongkaran Trotoar Jalan KHA Dahlan Dikebut

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Trotoar sisi selatan Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan Yogyakarta mulai dibongkar untuk penataan pedestrian. Pengerjaan bakal dikebut di siang dan malam hari agar selesai sesuai tata kala karena waktu cukup mepet. Sedangkan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di jalan itu menunggu kebijakan lebih lanjut.

“Penataan pedestrian Jalan KHA Dahlan sudah kami mulai. Trotoar akan diganti dengan lantai teraso. Tata kala pengerjaan selama 105 hari,” kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti, Senin (14/9).

Dalam penataan pedestrian itu juga membangun konstruksi bawah yakni pembangunan saluran air limbah dan <I>ducting<P> untuk saluran bawah tanah kabel fiber optik serta perbaikan saluran air hujan. Pagu anggaran penataan pedestrian KHA Dahlan sekitar Rp 7,5 miliar dengan Dana Keistimewaan (Danais) DIY.

“Pemilihan lantai teraso disesuaikan dengan jalur sumbu filosofi seperti di Malioboro. Tidak ada pelebaran trotoar di Jalan KH Dahlan karena kondisinya sudah lebar,” tambah Umi.

Secara terpisah Camat Ngampilan Tur Arya Warih mengakui sebagian pedestrian di Jalan KHA Dahlan berada di wilayah Ngampilan. Dia menuturkan sudah ada sosialisasi terkait pekerjaan pedestrian KHA Dahlan kepada para PKL. Menurutnya rencana dari Pemkot Yogyakarta, setelah pedestrian selesai dibangun tidak ada aktivitas PKL di jalan itu. Hanya saja penataan lebih lanjut terhadap PKL, itu, lanjutnya, menjadi kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta.

“Prinsip kalau sudah jadi pedestrian maka bebas dari parkir dan kaki lima. Tapi soal itu belum ada sosialisasi. Kami dari kecamatan sudah tidak mengeluarkan izin PKL dan perpanjangan izin tidak kami proses. Kalau yang masuk wilayah Ngampilan hanya ada sekitar empat PKL di sisi selatan Jalan KHA Dahlan,” ucap Arya. (Tri)

Read previous post:
Sejumlah Fraksi DPRD DIY Lontarkan Kritik Soal Penanganan Covid-19

Close