Gerakan Swadaya Warga Yogya Mencapai Rp 6 Miliar

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Gerakan pemberdayaan masyarakat di Kota Yogyakarta selama pandemi Covid-19 mengandalkan dana swadaya antar warga. Pergerakan nilai dana berbasis sosial yang memberdayakan masyarakat itu mencapai sekitar Rp 6 miliar.

“Rata-rata program pemberdayaan dari swadaya masyarakat karena penganggaran kami sudah dialihkan untuk penanganan Covid-19. Semua penganggaran swadaya masyarakat dengan berbagai gerakan sosial,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta, Edy Muhammad, Minggu (30/8).

Dia menuturkan program pemberdayaan masyarakat itu digerakan melalui berbagai gerakan sosial yang muncul selama pandemi Covid-19 di Kota Yogyakarta. Beberapa gerakan sosial yang memberdayakan masyarakat itu di antaranya Dapur Balita dan Dapur Lansia di 37 lokasi, Dapur Mbagei 10 lokasi, Relawan Cantelan Mbagei 31 lokasi, Relawan Hijau di 13 lokasi, Nglarisi 6 lokasi serta Relawan Mengajar dan pemberdayaan ekonomi di 18 lokasi.

Ia menyampaikan pada gerakan Relawan Mengajar muncul untuk membantu anak-anak dalam belajar jarak jauh di masa pandemi Covid-19. Terutama warga yang tidak punya akses internet dan mendampingi pembelajaran. Semua gerakan sosial yang memberdayakan masyarakat itu dilaksanakan dengan protokol kesehatan mencegah Covid-19.

Menurutnya, berdasarkan data dari tim Wakil Walikota Yogyakarta nilai pergerakan uang swadaya masyarakat untuk gerakan sosial yang memberdayakan warga itu mencapai sekitar Rp 6 miliar. Nilai tersebut diperkirakan masih bisa bertambah karena gerakan masih terus berjalan di masyarakat. Gerakan itu mendasarkan pada konsep Gandeng Gendong yang melibakan 5 K yakni kota (pemkot), kampung, komunitas, kampus dan korporasi. (Tri)

Read previous post:
Semua Kades di Purworejo Akan Jalani Rapid Test Antigen

PURWOREJO (MERAPI) – Jumlah kasus terpapar covid-19 di Kabupaten Purworejo tak kunjung reda. Bahkan kini jumlah warga yang terkonfirmasi positif

Close