Grab Hadirkan 6 Solusi Digitalisasi UMKM Agar Bisa #TerusUsaha

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) paling terdampak pandemi Covid-19. Untuk membantu UMKM di Yogyakarta bangkit, Grab meluncurkan program #TerusUsaha dengan memberikan solusi percepatan proses transformasi digital. Program ini berisi 6 solusi akselerasi bagi UMKM dengan melatih dan meningkatkan keterampilan mereka guna meningkatkan pengetahuan dan daya saing.

Head of West Indonesia Grab Indonesia, Richard Aditya mengatakan, program #TerusUsaha dirancang sebagai solusi digitalisasi di era new normal bagi seluruh UMKM dan pekerja lepas di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang GrabForGood untuk memanfaatkan teknologi dan jangkauan Grab dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitas, UMKM serta individu dalam era ekonomi digital ini.

“Dengan situasi dunia yang semakin bergantung pada kemampuan digital, UMKM harus merangkul teknologi dan melakukan digitalisasi atau mereka akan tertinggal. Dengan program #TerusUsaha, kami harap mampu membawa perekonomian masyarakat lokal menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat 6 solusi Grab untuk bantu transformasi digital UMKM Yogyakarta. Pertama, solusi untuk meningkatkan visibilitas dan permintaan dengan bekerja sama dengan Pemda DIYogyakarta serta Dinas Koperasi dan UKM untuk menjadi mitra pengantaran di program SiBakul melalui aplikasi JogjaKita. Grab menyediakan jasa pengiriman melalui GrabExpress dengan harga khusus bagi pelanggan yang membeli produk dari 120 mitra UMKM yang terdaftar dalam platform SiBakul Jogja. Dengan begitu, para pelaku UMKM menjadi terbantu dalam pemasaran produknya dengan layanan pengantaran yang terpercaya.

Grab juga bermitra dengan pemerintah daerah Sleman untuk mengajak 24 pasar tradisional basah di Sleman bergabung dalam platform Grab. Pelanggan sekarang dapat membeli barang sehari-hari dari 12.800 penjual tradisional menggunakan layanan baru, GrabAssistant. Pelanggan hanya perlu memasukkan lokasi pasar, mencatat barang belanjaan yang ingin dibeli, dan memasukan estimasi harga. Mitra pengantaran Grab akan membantu pelanggan berbelanja di pasar yang telah ditentukan dan mengantarkannya ke alamat mereka.

Berikutnya solusi untuk menciptakan kesempatan pendapatan baru bagi mereka yang membutuhkan. Untuk pemilik bisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya, Grab menghadirkan Grab Merchant Center di Yogyakarta. Fasilitas offline ini akan disediakan untuk membantu mitra dan calon mitra merchant di Yogyakarta dalam memenuhi segala kebutuhan dalam proses digitalisasi bisnis kuliner mereka, mulai dari pendaftaran, keluhan, edukasi, dan layanan lainnya. Grab Merchant Center berlokasi di Ruko Casa Grande Maguwoharjo dan beroperasi setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Jika memilih mendaftar secara online, telah tersedia juga aplikasi GrabMerchant sebagai solusi satu pintu untuk pengelolaan bisnis merchant.

Untuk Individu yang mata pencahariannya terdampak akibat Covid-19, Grab memberikan solusi dengan menjadi Agen Individu GrabKios dan mendapatkan penghasilan tambahan hanya dengan HP mereka. Mereka bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan. Individu yang tertarik hanya perlu mengunduh aplikasi GrabKios untuk mendaftar.

Selanjutnya solusi untuk pelatihan keterampilan dan pertumbuhan bagi bisnis kecil. Portal khusus www.grabforgood.id, yang menjadi ruang bagi jutaan UMKM untuk mencari tips terkait pengembangan bisnisnya, inspirasi dan konsultasi dengan berbagai bisnis kecil yang sukses, dan cara bergabung dalam ekosistem digital Grab.

Program ‘Grab #TerusUsaha Akselerator UMKM’ yang bermitra dengan organisasi nirlaba, Sahabat UMKM, dalam menyediakan program pelatihan dan dukungan intensif selama 2,5 bulan bagi pemilik usaha kecil di Indonesia yang difokuskan pada Business Assessment, Product Review, dan Konsultasi. Berbagai topik juga akan dibahas termasuk legalitas, pemasaran, literasi keuangan, pengelolaan sumber daya, modal, hingga daya saing produk. Program pelatihan ini akan diberikan oleh praktisi yang ahli dan berpengalaman di bidangnya, termasuk Aidil Wicaksono (Google Gapura Digital), Irvan Helmi (pemilik Anomali Coffee), Hendy Setiono (pemilik Kebab Baba Rafi), dan juga pengajar dari DJKI Kemenkumham, Kementerian Keuangan, hingga dosen akademis.

Pengusaha muda asal Yogyakarta, Andromeda, memulai bisnis penjualan es krim dari sebuah proyek semasa kuliah peternakan di Universitas Gadjah Mada tahun 2008 silam. Karena melihat prospek usaha yang sangat menguntungkan, Andro terus melanjutkan bisnis yang akhirnya diberi nama Sweet Sundae Ice Cream setelah lulus kuliah dan menjadi supplier banyak hotel dan catering di Yogyakarta.

“Bisnis ini sangat berkembang, tapi saat masuk masa pandemi Covid-19, langsung mandek karena semua bisnis yang saya suplai pun terkena dampak negatif. Usaha saya pun langsung saya ubah dari yang tadinya hanya melayani bisnis, sekarang langsung menjual kepada pelanggan dan semuanya 100 persen online. Saya mendaftar ke SiBakul Jogja MarketHub milik pemerintah dan juga menjadi merchant GrabFood. Dalam kurun waktu satu bulan setelahnya, penjualan Sweet Sundae Ice Cream sudah kembali meningkat hingga 85 persen dan saya tetap bisa mempekerjakan 25 karyawan saya. Sangat bersyukur bagaimana teknologi tidak hanya membantu saya, tapi juga orang di sekitar saya,” jelasnya. (Son)

Read previous post:
Semua Perayaan 17 Agustus di Bantul Ditiadakan

BANTUL (MERAPI) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Drs Helmi Jamharis MM menyatakan, pemerintah akan meniadakan semua kegiatan peringatan HUT

Close