Ekosistem Grab Berkontribusi Rp 830 Miliar Bagi Perekonomian Yogya

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Grab meluncurkan program #TerusUsaha di Kota Yogyakarta untuk memberikan solusi percepatan proses transformasi digital ratusan ribu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Program yang mendukung inisiatif #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah ini berisi 6 solusi akselerasi yang dikhususkan bagi para UMKM dengan melatih dan meningkatkan keterampilan mereka guna meningkatkan pengetahuan dan daya saing.

Data Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY menyebutkan, terdapat 248.499 UMKM pada awal 2019 dengan 28,5 persen di antaranya mengisi sektor perdagangan. Bukan hanya dari sektor kuliner, Yogyakarta juga memiliki sekitar 78.000 industri kecil dan menengah yang menopang sektor perdagangan. Sektor inilah yang banyak membentuk para tenaga kerja informal atau gig worker di Yogyakarta. Para pekerja informal ini merupakan tulang punggung perekonomian Yogyakarta dengan kontribusi yang cukup besar.

Berdasarkan riset dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, gig workers di empat layanan Grab ssecara keseluruhan berkontribusi sebesar Rp 830 miliar pada perekonomian Yogyakarta pada 2019 lalu.

Head of West Indonesia Grab Indonesia, Richard Aditya, sangat percaya hadirnya digitalisasi akan membantu UMKM bertahan dalam masa sulit sekalipun, serta masa depan bisnis yang lebih terjamin.

“Program #TerusUsaha kami rancang sebagai solusi digitalisasi di era new normal ini, bagi seluruh UMKM dan pekerja lepas di Indonesia, termasuk Yogyakarta,” ujarnya saat telekonferensi di Yogya, Selasa (21/7).

Menurutnya, program #TerusUsaha di antaranya bekerja sama dengan Pemda DIY serta Dinas Koperasi dan UKM untuk menjadi mitra pengantaran di program SiBakul melalui aplikasi JogjaKita. Grab menyediakan jasa pengiriman melalui GrabExpress dengan harga khusus bagi pelanggan yang membeli produk dari 120 mitra UMKM yang terdaftar dalam platform SiBakul Jogja. Dengan begitu, para pelaku UMKM menjadi terbantu dalam pemasaran produknya dengan layanan pengantaran yang terpercaya.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik peluncuran program #TerusUsaha di DIY. Sultan menjelaskan, platform digital seperti Grab hadir dengan tugasnya yang tidak hanya membantu konsumen, namun juga bagi pekerja lepas yang kini dikenal dengan gig-workers, mitra produsen penyedia jasa. Program ini juga bertujuan membantu UMKM DIY agar lebih berkembang dan keluar dari jeratan Covid-19.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics juga merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di Yogyakarta. Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Yogyakarta yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 35 persen menjadi Rp 51,7 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Yogyakarta meningkat menjadi Rp 9,6 juta per bulan sejak bergabung.

Sebanyak 32 persen mitra merchant GrabFood Yogyakarta juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya. Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Yogyakarta dengan peningkatan pendapatan hingga 70 persen menjadi Rp 5,4 juta per bulan dan 142 persen menjadi Rp 4 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab. (*)

Read previous post:
7 Pegawai Kecamatan-Kelurahan Kota Yogya Negatif Corona

Close