PPDB Disabilitas Harus Melalui Asesmen

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur disabilitas jenjang SMP Negeri di Kota Yogyakarta mulai dibuka Senin (22/6). Calon peserta didik jalur disabilitas harus memiliki dokumen asesmen atau penilaian untuk mengetahui profil kebutuhan khusus yang dimiliki.

“Semua calon peserta didik jalur disabilitas SMP Negeri harus memiliki dokumen asesmen untuk menentukan profil kebutuhan khusus yang dimiliki dalam hal apa,” kata Kepala Unit Kepala Unit Pelaksana Teknis Unit Layanan Disabilitas (UPT ULD) Kota Yogyakarta Aris Widodo, Senin (22/6).

Ia menyatakan, untuk asesmen psikologi dilakukan melalui UPT ULD Kota Yogyakarta dan tidak dikenai biaya. Asesmen terkait fungsi kebutuhan khusus lainnya disesuaikan. Misalnya jika memiliki gangguan penglihatan mata seperti low vision maka asesmen dilakukan oleh dokter mata. Dia menyebut UPT ULD sejak Januari sampai kini sudah melayani 300 asesmen psikologis bagi penyandang disabilitas untuk keperluan PPDB SD dan SMP Negeri.

“Kami masih membuka layanan asesment disabilitas. Orangtua harus mengajak calon siswa agar bisa kami proses asesmen langsung. Ada beberapa orangtua yang tidak membawa anaknya, sehingga tertunda asesmennya,” ucapnya.

Menurutnya sebagian orangtua ada yang membawa hasil penilaian asesmen disabilitas dua tahun lalu sehingga tidak valid. Oleh sebab itu diperlukan assessment ulang untuk memastikan. Untuk PPDB, setidaknya hasil penilaian assessment disabilitas satu tahun lalu masih berlaku.

Pendaftaran PPDB untuk jalur disabilitas pada jenjang SMP negeri di Kota Yogyakarta dibuka selama dua hari pada 22-23 Juni 2020. Pendaftaran dilakukan secara langsung di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dengan mengisi formulir dan menyerahkan berkas pendaftaran.

“Kuota jalur penyandang disabilitas tahun ini ditambah menjadi lima persen. Ini untuk memberikan kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk mengakses pendidikan. Semua SMP Negeri di Kota Yogya adalah sekolah inlusi sehingga sekolah wajib menerima,” jelas Budi.

Total kuota lima persen untuk PPDB dari jalur disabilitas SMP Negeri di Kota Yogyakarta sebanyak 169 siswa. Jumlah itu yang tersebar di 16 SMP negeri di Kota Yogyakarta. Selain itu ada PPDB jalur bibit unggul sekolah, zonasi wilayah berdasarkan jarak ke sekolah, zonasi mutu, zonasi prestasi, jalur afirmasi bagi warga miskin, dan jalur perpindahan tugas orang tua.

Dia menambahkan PPDB untuk jalur bibit unggul dan zonasi wilayah sudah selesai dilakukan. Semua kuota untuk kedua jalur PPDB itu sudah terpenuhi. Tersisa kuota 60 persen untuk jalur PPDB lainnya. (Tri) 

Read previous post:
Pilkada 9 Desember 2020 Berpotensi Tambah Jumlah Pemilih

WONOSARI (MERAPI) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gunungkidul yang akhirnya diundur akibat pandemi korona dan terjadwal pada Rabu

Close