Lewati Pindai Barcode dalam Sepekan, Malioboro Dikunjungi 3.000 Orang

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Selama hampir sepekan ini dalam kondisi wabah Covid-19, kawasan Malioboro sudah dikunjungi sekitar 3.000 orang. Sebagian besar pengunjung Malioboro adalah penduduk DIY. Hal itu berdasarkan data yang tercatat dari pemindaian QR Code yang menjadi protokol baru di kawasan Malioboro bagi pejalan kaki.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Ekwanto mengutraakan, sejak simulasi penerapan scan QR Code pada Kamis (11/6) sampai kemarin ada sekitar 3.000 pengunjung. Itu menunjukkan Malioboro dalam sehari dikunjungi sekitar 500 orang di area pedestrian karena scan QR Code berlaku bagi pejalan kaki yang masuk Malioboro.

“Kebanyakan pengunjung Malioboro adalah warga Yogyakarta. Dari luar Yogyakarta belum banyak karena untuk melakukan perjalanan ada syarat cukup ketat seperti rapid tes dan butuh biaya tinggi,” kata Ekwanto, Selasa (16/6).

Diakuinya selama sepekan ini masih ada pengunjung Malioboroo yang mengabaikan protokol seperti tidak memakai masker. Baik pejalan kaki maupun pengguna kendaran roda dua. Pengunjung yang tidak memakai masker dihalau untuk tidak masuk Malioboro. Sedangkan bagi pengendara motor yang tidak memakai masker diarahkan melewati Jalan Pasar Kembang.

Saran untuk mendukung protokol baru juga ditambah di kawasan Malioboro yakni pemasangan stiker penanda tempat orang berdiri. Stiker penanda berupa gambar tapak sepatu itu untuk mengatur jarak fisik antar pengunjung agar tidak berkerumun. Dia menyampaikan, stiker itu kini tengah dalam proses pemasangan di pedestrian Malioboro dari sisi utara sampai selatan di kawasan Titik Nol Kilometer.

“Setiap stiker jaraknya sekitar satu meter. Tahap awal stiker penanda sudah dipasang di pintu masuk pedestrian dari utara dan selatan. Warna stiker kuning dan menyala saat gelap. Kami targetkan seminggu ini terpasang semua. Pemasangan melihat kondisi area pedestrian. Misalnya di kawasan Titik Nol kilometer stiker akan lebih banyak karena biasanya dipadati wisatawan tempat itu,” terang Ekwanto.

Secara terpisah Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, Malioboro menjadi konsentrasi uji coba penerapan protokol baru dalam masa wabah Covid-19. Ketegasan dan kedisiplinan para pengunjung untuk melaksanakan protokol baru juga diperhatikan untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Tri)

Read previous post:
Mobil Dinas Bekas Pak Herry Kembali Dilelang

Close