Baru Mentas KMS Tetap Disasar Bantuan Sosial Tunai

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Bantuan sosial (bansos) tunai tahap kedua dari Pemkot Yogyakarta bagi warga terdampak wabah Covid-19, rencananya disalurkan pekan ini. Bansos tunai itu akan menyasar warga terdampak Covid-19 non penerima Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) atau KMS.

“Bansos tahap kedua dari APBD Kota rencana didistribusikan mulai Selasa (19/5) depan. Bantuan sama paket senilai Rp 1,8 juta untuk tiga bulan,” kata Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Minggu (17/5).

Ada sekitar 8.331 Kepala Keluarga (KK) yang akan menerima bansos tunai tahap kedua dari Pemkot Yogyakarta. Dia menjelaskan mereka terdampak Covid-19 yang tidak masuk dalam data KSJPS tahun ini. Namun mereka masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) pemerintah pusat, hanya tidak mendapatkan program dari Kementerian Sosial (Kemensos). Data itu bisa berubah karena akan disaring lagi jika ditemukan dobel penerimaan batuan.

“Data penerima itu bisa berubah jika hasil penyisiran masih ditemukan dobel penerimaan bantuan. Harusnya Jumat (15/5) sudah ada data hasil penyisiran, tapi saya belum terima laporannya,” paparnya.

Heroe menambahkan, dari sekitar 8.331 KK, sekitar 1.005 KK di antaranya terdampak Covid-19 yang pernah masuk data KSJPS tahun lalu. Tapi tidak masuk data KSJPS tahun ini karena kondisi ekonominya meningkat. Meski demikian mereka tetap dimasukkan menjadi calon penerima bansos tunai tahap kedua karena terdampak Covid-19.

“Kami mengansumsikan terdampak semua karena mereka baru mentas KSJPS tiga bulan lalu. Kemudian ada wabah Covid-19, sehingga terdampak,” ujar Heroe.

Total penerima bansos tunai baik dari Kemensos, Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta mencapai sekitar 44.703 KK. Rencananya untuk penerima bansos tunai dari Pemkot Yogyakarta sekitar 13.814 KK yang terdiri atas 5.483 KK dari data KSJPS yang belum menerima bantuan dari Kemensos dan terdampak lain non KSJPS. Untuk bansos tunai dari Pemkot Yogyakarta yang masuk data KSJPS telah dicairkan pekan lalu yang dikirim dengan layanan Kantor Pos.

“Harapan kami bansos itu menjangkau seluruh keluarga terdampak karena data pusat, provinsi dan kota sudah dikonsolidasikan sehingga tidak ada duplikasi penerima atau salah sasaran. Semaksimal mungkin meratakan bansos,” jelasnya.

Pihaknya menyampaikan jika ada warga terdampak Covid-19 tidak masuk DTKS dan KSJPS maka diampu program Kartu Prakerja. Namun diakuinya program Kartu Prakerja tidak bisa dipantau daerah karena langsung dengan pusat.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat mengatakan, pemberian bansos tunai mendasarkan pada fakta, legalitas dan anggaran. Faktanya adalah banyak warga terdampak, legalitasnya harus mengacu pada data kemiskinan. Sedangkan anggaran harus mendasarkan pada skala prioritas.

“Tidak boleh asal memberikan. Harus mengacu pada data kemiskinan. Skala prioritas yang miskin didahulukan,” imbuh Agus. (Tri)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Senin (18/5/2020)

Jumlah positif Corona di Yogyakarta menjadi 199 orang. Kartun: Agoes Jumianto

Close