Pasokan Gas Melon Dijamin Lancar Selama Ramadan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pasokan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di Kota Yogyakarta dipastikan lancar selama bulan Ramadan. Kebutuhan gas melon selama Ramadan yang biasanya meningkat, dinilai masih bisa dicukupi dengan pasokan gas 3 kg tahun ini karena jatahnya sudah ditambah.

Menurut Kepala Bidang Bimbingan Usaha Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta Benedict Cahyo Nugroho, pasokan gas elpiji 3 kilogram tidak ada masalah sampai awal Ramadan. Distribusi gas 3 kilogram dari Pertamina, ke agen lalu pangkalan dan pengecer hingga ke konsumen tidak ada kendala maupun kekurangan.

“Tidak ada masalah. Pasokan tetap lancar. Kuota gas tiga kilogram untuk Yogya tahun ini sudah ditambah,” kata Beny, Minggu (26/4).

Dia menjelaskan pada tahun 2020 kuota gas elpiji 3 kilogram untuk Kota Yogyakarta sebanyak 21.608 metrik ton atau 7.202.666 tabung dalam satu tahun. Gas 3 kilogram itu disalurkan bertahap setiap bulan mencapai 600.202 tabung. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan distribusi gas melon pada tahun 2019 hanya 522.529 tabung/bulan.

“Ada kenaikan 77.693 tabung perbulan. Jatah kuota gas elpiji tiga kilogram untuk Kota Yogya itu sesuai surat edaran Menteri ESDM,” imbuhnya.

Dia menyampaikan distribusi gas elpiji 3 kilogram dari Pertamina menuju ke 14 agen di Kota Yogyakarta. Agen lalu menyalurkannya ke pangkalan yang jumlahnya mencapai lebih dari 3.000 pangkalan. Baru di pangkalan kemudian dijual ke konsumen langsung maupun ke pengecer.

“Kami terus memantau distribusi gas bersubsidi ini agar harga penjualan di pangkalan sesuai harga eceran tertinggi (HET),” ujar Beny.

Dia menegaskan, kewenangan Disperindag Kota Yogyakarta memantau harga gas bersubsidi itu hanya sampai di tingkat pangkalan. Oleh sebab itu jika harga gas 3 kilogram di pengecer lebih dari HET maka di luar kontrol Disperindag. HET gas elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan yakni Rp 15.500/tabung.

Dengan pasokan gas 3 kilogram yang lancar, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terkait ketersediaanya selama bulan Ramadan. Namun hanya keluarga miskin yang berhak menggunakan gas bersubsidi itu.

Sedangkan kebutuhan pokok lainnya sampai kemarin dia menyampaikan masih tersedia dan hargaya relatif stabil. Pantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di 8 pasar tradisional di Kota Yogyakarta rutin dilaaksanakan seminggu dua kali. Hasil pantauan harga kebutuhan pokok juga dapat dipantau masyarakat lewat aplikasi milik Pemkot Yogyakarta Jogja Smart Service (JSS).

“Prinsip kami berusaha tetap menjamin keamanan konsumen meskipun di lapangan ada potensi wabah Covid-19,” ucap Beny. (Tri)

Read previous post:
Patroli Jogoboro Cegah Kerumunan di Malioboro

Close