Awasi Pergerakan Pemudik Masuk DIY, Jalur Tikus Dijaga Ketat

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pemda DIY memperketat penjagaan 24 jam di seluruh titik yang berpotensi dilalui pemudik sebelum larangan diberlakukan serentak 24 April besok. Selain menambah frekuensi penjagaan, personel gabungan juga akan mengawasi jalan tikus yang biasa dilalui pengendara untuk menghindari jalur macet.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Tavip Agus Rayanto mengatakan, saat ini mulai diberlakukan penjagaan selama 24 jam yang terbagi dalam 3 shift. Sebelumnya hanya dijaga selama 1 shift. Selain itu ada pengetatan dan penyempitan akses masuk ke DIY.

“Masing-masing shift melibatkan 25 personel gabungan dari TNI, kesehatan, Polri, Satpol PP dan Dishub,” tandasnya, Rabu (22/4).

Menurut Tavip, ada tiga titik yang dijaga yaitu Tempel, Prambanan dan Kulonprogo, 2 titik di antaranya dilakukan penutupan jalur untuk mempersempit akses.

“Pemudik dari arah Semarang yang lewat Tempel harus melalui jalur utama. Oleh karenanya, dari Tempel ke arah Cangkringan jalur ditutup, dengan tujuan agar kendaraan melalui pintu pemeriksaan. Pemudik dari arah barat juga harus melalui jalur utama. Ada penutupan jalan di pintu masuk underpass atau terowongan JJLS atau jalur Daendels. Pemudik harus belok kiri melewati jalur utama untuk masuk ke Bantul atau Yogyakarta,” jelasnya.

Tavip mengaku keterbatasan personel membuat pemeriksaan tidak bisa dilakukan di banyak titik sehingga fokus pada tiga titik. “Pemeriksaan ini memang hanya di tiga titik. Kalau semua titik tentunya SDM kita tidak mencukupi. Jadi untuk menyiasati, jalan-jalan tikus atau jalan kecil ini kita serahkan penangannya ke kabupaten. Surat perintahnya sudah kita siapkan,” lanjutnya.

Sebelumnya, berdasarkan data pemantauan Dinas Perhubungan DIY, pada masa tanggap darurat tercatat jumlah pemudik ke DIY per dua minggu yang lalu mencapai sekitar 81.000 orang, akses menggunakan kereta api, pesawat dan juga bus.

“Jumlah tersebut adalah 7 persen dari total perantau yang ada di Jabodetabek. Dan diprediksi masih ada 36 persen perantau yang belum mudik. 36 persen ini yang harus kita waspadai,” tegasnya.

Apabila terpaksa ada yang lolos dari pemeriksaan, maka akan diserahkan kepada perangkat desa setempat untuk ditindaklanjuti. “Ya kami berharap semua patuhlah, demi kebaikan bersama,” harapnya. (C-4)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Kamis (23/4/2020)

Close