UN Ditiadakan, Sejumlah SMP Tetap Gelar Ujian Sekolah Online

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Beberapa SMP di Kota Yogyakarta bakal mengadakan ujian sekolah secara online untuk menentukan kelulusan siswa. Kebijakan itu diterapkan karena pemerintah pusat meniadakan Ujian Nasional (UN) karena kondisi pendemi Covid-19.

Di antaranya SMP Negeri 5 Yogyakarta yang akan melaksanakan ujian sekolah pada 13 sampai 20 April 2020 sebagai pengganti UN. Kepala SMP Negeri 5 Yogyakarta Nuryani Agustina mengatakan, pelaksanaan ujian sekolah pengganti UN itu mengacu pada peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kami laksanakan sesuai peraturan pemerintah. Kami adakan ujian sekolah dengan metode secara online,” kata Nuryani, Senin (6/4).

Ia menjelaskan ujian sekolah secara online akan dilaksanakan menggunakan program google classroom. Pihaknya memastikan semua siswa kelas 9 yang akan mengikuti ujian sekolah itu bisa mengakses program google classroom. Sarana prasarana di sekolah juga sudah mendukung untuk itu. Total ada sekitar 320 siswa kelas 9 di SMP Negeri 5 Yogyakarta yang akan mengikuti ujian sekolah.

“Semua mata pelajaran akan diujikan dalam ujian sekolah. Di sekolah kami sarananya siap. Dari kegiatan belajar jarak jauh secara online kami diterapkan bisa berjalan lancar. Ini menjadi bekal kami untuk melaksanakan ujian sekolah secara online,” jelasnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta Budi Asrori mengakui ada beberapa sekolah yang akan melaksanakan ujian sekolah secara online. Namun untuk jumlah pastinya pihaknya masih berkoordinasi untuk pemetaan sekolah dalam menentukan kelulusan siswa setelah UN diputuskan ditiadakan.

“Banyak sekolah yang akan adakan ujian sekolah secara online. Namun sebelum pelaksanaan sekolah harus melakukan koordinasi. Tolong diperhatikan betul rencana ujian sekolah secara online harus disampaikan ke orangtua siswa dulu,” tutur Budi.

Menurutnya dalam melaksanakan ujian sekolah secara online lebih sederhana dibandingkan penyelenggaraan UN berbasis komputer. Pihaknya meminta sekolah harus memastikan, sarana seperti jaringan internet mendukung untuk pelaksanaan ujian sekolah.

“Semua siswa peserta ujian sekolah harus dipastikan bisa mengaksesnya secara online. Kalau ujian sekolah tidak secara online juga harus diperhatikan tidak menimbulkan kerumunan massa agar tidak rawan,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan, mengacu surat edaran Kemendikbud, sebagai pengganti UN, sekolah bisa mengadakan ujian sekolah dengan sistem online. Pilihan lainnya, sekolah juga dapat menggunakan hasil rapor semester sebelumya, ujian tengah semester dan tugas lainnya. (Tri)

Read previous post:
Mobil Keliling Kampanyekan Pakai Masker

Close