Corona Belum Reda, Uji Kendaraan Barang Ditunda

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta menunda sementara layanan pengujian kir kendaraan angkutan sejak 1 April sampai masa tanggap darurat bencana Covid-19 berakhir. Kebijakan itu diberlakukan untuk mengurangi potensi sebaran virus corona karena uji kir kendaraan menuntut adanya cek langsung atau tatap muka. 

“Kami tunda layanan uji kendaraan sejak 1 April sampai masa tangap darurat pada 29 Mei. Ini untuk menjaga keselamatan bersama petugas penguji dan warga pemilik kendaraan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif, Kamis (2/4).

Agus menyatakan layanan uji kir kendaraan tidak seperti layanan pemerintah lainnya yang bisa dilakukan secara online. Mengingat dalam uji kendaraan, pemilik kendaraan harus datang membawa kendaraannya untuk dicek fisik kendaraan.

“Cek fisik kendaraan warga harus datang dan kendaraanya dibawa karena harus uji rem, lampu, klakson dan roda,” imbuhnya.

Menurutnya sebelum ada penundaan layanan uji kendaraan, jumlah warga yang melakukan uji kendaraan menurun signifikan. Pada hari biasa Dishub Kota Yogyakarta melayani 60 hingga 70 kendaraan setiap harinya. Tapi dalam beberapa minggu ini hanya melayani 10 sampai 12 kendaraan setiap harinya.

“Selama masa tanggap darurat, jika ada angkutan atau kendaraan beroperasional dan masa uji kirnya habis tidak dikenai sanksi,” tambah Agus.

Meski demikian pemilik kendaraan baik angkutan barang dan penumpang wajib menjaga dan merawat kondisi kendaraan masing-masing. Apabila uji layanan kendaraan dibuka kembali, pihaknya meminta pemilik kendaraan untuk segera melakukan uji kir.

“Kami harap setelah layanan dibuka kembali pemilik kendaraan wajib uji kir. Syaratnya sama dan tetap dikenai retribusi. Tapi tidak ada sanksi keterlambatan bagi pemilik kendaraan yang habis masa ujinya saat masa tanggap darurat Covid-19,” tandasnya. (Tri)

Read previous post:
Pemkab Bantul Tunda Pilkades Serentak 2020

BANTUL (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, mengeluarkan surat edaran tentang penundaan Pemilihan Kepala Desa serentak 2020 di 24 desa,

Close