Kecamatan Harus Bikin Percontohan Wilayah Layak Anak

PADA tahun 2020 ini semua kecamatan dan kelurahan di Kota Yogyakarta ditetapkan sebagai wilayah layak anak. Agar wilayah layak anak itu tak sekadar predikat, maka sistem layak anak harus berjalan. Untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mempersiapkan satu kecamatan dan kelurahan menjadi pilot atau percontohan layak anak.

“Dengan predikat itu maka seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Yogyakarta sudah memiliki komitmen untuk mewujudkan wilayahnya layak anak,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta Edy Muhammad, belum lama ini.

Pembentukan kecamatan layak anak dimulai sejak 2016 dengan 3 kecamatan dilanjutkan pada 2017 dengan 3 kecamatan dan masing-masing 4 kecamatan pada 2018 dan 2019. Sedangkan pembentukan kelurahan layak anak dimulai pada 2017 dengan 14 kelurahan, dilanjutkan pada 2018 ada 10 kelurahan, pada 2019 ada 11 kelurahan, dan pada tahun ini dibentuk di 10 kelurahan.

“Dengan menjadi kelurahan atau kecamatan yang layak anak, maka di wilayah diharapkan tidak ada lagi diskriminasi ke anak dan mengutamakan hak-hak anak,” tambahnya.

Dia menyatakan untuk mengawal kecamatan dan kelurahan itu menjadi layak anak, DPMPPA Kota Yogyakarta akan membuat percontohan wilayah layak anak. Dari 14 kecamatan akan diambil percontohan satu kecamatan layak anak. Sedangkan dari 45 kelurahan juga akan dibuat satu percontohan kelurahan layak anak.

“Untuk mengawal itu betul-betul direaliasikan, di tahun ini pula kami akan membuat pilot percontohan layak anak di kecamatan dan kelurahan,” ujar Edy.

Dia menjelaskan salah satu indicator dalam menetapkkan percontohkan kecamatan dan kelurahan layak anak adalah sistem layak anak di wilayah berjalan. Selain memenuhi dan melindungi hak-hak anak juta bisa sinergi dengan semua pihak dan layanan di wilayah itu. Misalnya keluarga, lingkungan, sekolah dan puskesmas di wilayah tersebut juga diharapkan ramah terhadap anak.

“Yang kami lihat sistem layaka anaknya sudah berjalan di wilayah. Dari keluarga, lingkungan, PKK, kelurahan sekolah berjalan, Jika ada taman bermain di wilayah itu juga harus ramah anak. Nantinya kami juga akan kembangkan sampai tempat ibadah ramah anak,” jelasnya.

Menurutnya, pada dasarnya jika dilihat sikulus dalam satu hari maka anak akan menghabiskan sepertiga waktunya di keluarga, sepertiga di lingkungan sekolah dan sepertiga di lingkungan yang lain. Oleh sebab itu ketiga aspek itu harus ramah anak.

Selain kelurahan dan kecamatan layak anak, sudah ada 18 puskesmas layak anak di Kota Yogyakarta. Pihaknya berharap upaya-upaya itu mampu meningkatkan dukungan dalam mewujudkan Yogyakarta sebagai kota layak anak. Termasuk harapan, untuk meraih predikat Kota Layak Anak kategori utama pada tahun ini. Pada tahun 2019, Kota Yogyakarta meraih penghargaan untuk kedua kalinya sebagai Kota Layak Anak kategori nindya. (Tri)

MERAPI-TRI DARMIYATI
Anak-anak tengah bermain di taman bermain di kompleks Balaikota Yogyakarta.

Read previous post:
Waktu Mepet, PSIM Tak Uji Coba Lagi

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Semakin dekatnya jadwal pertandingan kompetisi Liga 2 musim 2020 memaksa PSIM Yogya tak bisa menggelar pertandingan

Close