SENSUS PENDUDUK 2020- Warga Bisa Sensus Mandiri Secara Online

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Sensus penduduk kembali diadakan di seluruh Indonesia setelah sepuluh tahun lalu digelar. Pada sensus penduduk tahun 2020 ada yang berbeda dibandingkan sensus penduduk tahun-tahun sebelumnya. Sensus penduduk ketujuh kali setelah Indonesia merdeka akan mengkombinasikan metode wawancara dan secara online. Masyarakat bisa mengisi sensus sendiri atau mandiri lewat metode secara online.

“Sensus penduduk tahun 2020 ini istimewa dan berbeda karena menggunakan metode kombinasi. Metode konvensional dan gunakan multi media secara online,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta, Harjana, dalam jumpa pers di Balaikota, Selasa (11/2).

Dia menyatakan sensus penduduk menggunakan basis data nomor induk kependudukan (NIK) dari Dinas Kependudukdan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) agar satu data. Sensus penduduk secara online dimulai pada 15 Februari- 31 Maret 2020 dengan mengakses laman sensus.bps.go.id. Sedangkan sesus penduduk metode konvensional dengan wawancara mendatangi rumah warga oleh petugas dimulai pada 1 sampai 31 Juli 2020.

“Dulu sensus penduduk konvensional dengan wawancara warga dan petugas mengisi formulir di kertas. Pada sensus tahun ini metode wawancara juga menggunakan teknologi informasi handphone. Untuk sensus penduduk secara online, warga bisa mandiri mengisi sensus di tautan laman,” terangnya.

Diakuinya untuk kualitas dan validitas jawaban warga melalui sensus penduduk secara online tidak bisa dipastikan. Misalnya dimungkinkan warga mengisi jawaban tidak sesuai kenyataan. Oleh sebab itu pihaknya hanya dapat mengimbau agar masyarakat yang memilih mandiri mengisi data secara benar.

“Kami tidak bisa kontrol dan memastikan validitas dan kualitas jawaban warga dari sensus penduduk secara online. Makanya kami sifatnya hanya mengimbau masyarakat mengisi data secara benar, karena manfaat hasil sensus nantinya untuk masyarakat juga,” jelas Harjana.

Sementara itu Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kota Yogyakarta Chandra Wahyu Yuniar mengatakan metode sensus penduduk secara online mulai digunakan karena mempertimbangkan beberapa hal seperti menembus warga yang selama ini sulit ditemui. Alasan lainnya berdasarkan survei di tahun 2019, penduduk usia 5 tahun ke atas yang mengakses internet mencapai sekitar 78 persen.

“Kenapa online karena selama ini setiap sensuk penduduk ada masyarakat yang susah ditemui. Literasi teknologi di masyarakat kini semakin bagus dan banyak yang menggunakan teknologi,” tambah Chandra.

Dia menjelaskan dalam sensus penduduk akan mengecek dan memperbarui data kependudukan di antaranya data kependudukan warga seperti nama, alamat, status hubungan. Selain itu data status keberadaan pendudukan, karakteristik perumahan tempat tinggal dan pendidikan terakhir. BPS Kota Yogyakarta akan mengerahkan sekitar 660 petugas untuk melakukan sensus penduduk.

“Untuk sensus penduduk secara online, salah satu anggota keluarga bisa mengisikan sensus seluruha anggota keluarganya. Kalau ada yang belum diperbarui secara online, kami akan terjunkan petugas untuk sensus wawancara mendatangi rumah warga,” pungkasnya. (Tri)

Read previous post:
Uang Rp 57 Juta Hasil Menipu Habis dalam 2 Bulan

PRAMBANAN (MERAPI)- Seorang ibu rumah tangga berinisial SW (54) asal Playen, Gunungkidul diamankan Reskrim Polsek Prambanan. Dia menipu Sugiyati (48)

Close