Penataan Kabel Semrawut Kawasan Tugu Hanya Menjangkau 100 Meter Tiap Penjuru

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Rencana pemindahan kabel listrik dari udara ke dalam tanah dengan sistem ducting di kawasan Tugu Yogyakarta sepertinya tidak akan mudah. Rencananya hanya sekitar 100 meter yang mengitari Tugu yang akan dipindahkan ke dalam tanah.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti mengatakan, untuk sepanjang jalan barat Jembatan Gondolayu kabel listrik tidak bisa dibuat ducting karena membutuhkan trafo.

“Trafo harus di atas. Trafo tidak bisa dielatakan di bawah tanah karena harus kedap air. Tidak boleh kena air. Itu hasil diskusi kami dengan PLN,” kata Umi saat dihubungi, Minggu (12/1).

Umi menyatakan diperlukan infastruktur pendukung untuk kamar atau ruang yang menghubungkan listrik ke sambungan rumah jika dipindah ke bawah tanah. Ukuran kamar setidaknya 3x3x2 meter persegi. Setiap kamar untuk kapasitas sekain kilovolt ampere. Dengan kondisi itu perlu diperhitungkan jumlah kamar atau bunker sambungan rumah.

“Di sepanjang jalan itu pelanggan listrik banyak seperti kantor-kantor yang daya listriknya gede. Butuh berapa banyak kamar, mau diletakkan di mana. Ruangan di bawah juga tidak mudah karena di kawasan itu sudah banyak utilitas,” paparnya.

Untuk itu masih akan dilakukan koordinasi dengan PLN dan pihak terkait. Namun pihaknya memastikan di kawasan Tugu Yogyakarta tetap bersih kabel listrik atau diturunkan ke bawah dengan sistem ducting. “Kemungkinan awal kabel listrik yang dipindah di bawah adalah seratus meter yang mengitari Tugu. Seratus meter ke barat, timur, selatan dan utara,” imbuh Umi.

Pembangunan ducting menjadi satu paket dengan pekerjaan revitalisasi pedestrian Jalan Sudirman barat sampai Tugu Yogyakarta atau segmen barat. Penataan pedestrian itu menggunakan dana keistimewaan DIY sekitar Rp 27 miliar.

Sedangkan untuk konsep pedestrian Jalan Sudirman segmen barat masih terus dikomunikasikan dengan Pemerintah DIY karena kawasan itu masuk sumbu filosofi. Namun perbedaan konsep pedestrian diperkirakan tidak mencolok dengan di Sudirman segmen tengah.

“Tetap ada perbedaan dengan pedestrian Sudirman segmen tengah yang masuk kawasan Kotabaru Indis. Di sisi barat sudah mendekati Tugu Yogyakarta itu masuk kawasan sumbu filosofi,” paparnya. (Tri)

Read previous post:
KASAD-UGM Teken Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Prajurit TNI AD

KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa bersama Rektor UGM Prof Panut Mulyono , Jumat (10/1) melakukan penandatangan Perjanjian Kerja sama Penyelenggaraan

Close