CURHAT UMKM KULINER UNTUK JAMUAN OPD-Dari Nombok Dulu Hingga Pesanan Tidak Merata

MERGANGSAN (MERAPI) – Program Gandeng Gendong berupa pembelian produk kuliner dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk jamuan kegiatan Pemkot Yogyakarta, pelaksanaannya ternyata masih memiliki beberapa kelemahan. Baik dalam pembayaran, pemerataan pembelian maupun celah tidak tepat sasaran.

Perwakilan kelompok penyedia jamuan Nglarisi, Retno mengaku harus menanggung biaya dulu dari pesanan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Yogyakarta. Penerimaan transfer pembiayaan pesanan juga menunggu setidaknya satu minggu setelah kegiatan. Namun pihaknya juga mengapresiasi adanya satu OPD yang pembayarannya bisa cair satu hari setelah kegiatan.

“Yang saya alami, saya harus nomboki pesanan dulu. Yang parah, saya pernah nutup Rp 6 juta dulu untuk pesanan acara besar di salah satu SKPD. Setelah selesai, pembayaran juga tidak bisa langsung. Rata-rata paling cepat cair pembayaran satu minggu,” kata Retno dalam dialog review potret program Gandeng Gendong di Griya UMKM, Selasa (26/11).

Pesanan program Nglarisi Gandeng Gendong juga belum ada pemerataan di semua kelompok penyedia jamuan. Ketua Kelompok penyedia kuliner Ngalirisi dari Kelompok Baciro Kecamatan Gondokusuman, Endang Sarbowo menuturkan pada awal-awal pelaksanaan cukup banyak pesanan datang dari kelurahan maupun kecamatan setempat. Namun sejak Agustus ada sistem pembagian atau bapak asuh, Kelompok Baciro mendapat jatah dari OPD Kecamatan Gondokusuman.

“Sejak Agustus sampai sekarang baru satu pesanan yang nyantol. Kami dulu melayani orderan dari kelurahan juga, tapi kini hanya di kecamatan dan ternyata orderan sedikit. Jadi pemerataannya masih kurang,” papar Endang.

Persoalan lainnya juga disampaikan para produsen kuliner dari Keluarga Menuju Sejahtera (KMS). Misalnya nama-namanya dicatut untuk didaftarkan dalam kelompok Nglarisi, tanpa pernah diajak berembug. Bahkan ada KMS yang tidak dilibatkan di wilayahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan semua persoalan yang disampaikan para penyedia jamuan Nglarisi Gandeng Gendong itu akan menjadi masukan bagi Pemkot Yogyakarta. Realisasi program Nglarisi baru sekitar Rp 2,3 miliar dari total anggaran jamuan makanan OPD lingkungan Pemkot Yogyakarta tahun 2019 sebesar Rp 48 miliar. Ada 166 kelompok penyedia jamuan Ngalirisi yang terdiri atas 2.700 anggota dan 400 orang di antaranya pemilik KMS.

“Semua ini jadi masukan. Kami akan panggil seluruh bendahara OPD untuk menyelesaikan persoalan pembayaran Gandeng Gendong. Kami sudah upayakan mempercepat proses pencairan, dengan membuat laporan setiap bulan,” tambah Heroe.

Dia menyebut ada satu penyedia kelompok jamuan yang disanksi distop pembelian produknya oleh Pemkot Yogyakarta. Pasalnya produk kuliner mengambil dari restoran dan dikemas dalam kotak kemasan Gandeng Gendong. Untuk mengantisipasi kembali terulang, pemantauan dilakukan pada penyedia jamuan yang pesanannya tinggi. “Kami beri sanksi, tidak dibeli produknya sampai anggota menyatakan siap memperbaiki,” tandasnya. (Tri)

Read previous post:
Kapal Dihantam Ombak, Bapak-Anak Hilang

WONOSARI (MERAPI)- Sebuah kapal nelayan dengan nama lambung ‘Dinda Bestari’ yang ditumpangi tiga orang nelayan, yakni Gusaji (50) warga Malang,

Close