BP Jamsostek Buka Pelatihan Bagi Pekerja PHK

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Masyarakat korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bisa mengikuti pelatihan program Vokasi Indonesia bekerja. Program dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJamsostek) itu diharapkan bisa memberikan keterampilan pekerja korban PHK, sehingga bisa kembali bekerja maupun mandiri.

“Program vokasi pelatihan ini bagi mantan peserta BPJamsostek yang mengalami PHK. Harapannya bisa memiliki skill dan bisa bekerja di tempat lain atau membuka usaha,” kata Kepala BPJamsostek Cabang Yogyakarta Ainul Khalid saat temu media, Senin (25/11).

Progam vokasi itu berlaku untuk peserta BPJamsostek dari peserta penerima upah. Termasuk bagi pekerja yang resign dan habis kontrak. Syarat lainnya peserta usia maksimal 40 tahun, minimal masa iur 12 bulan, masa berhenti paling singkat 1 bulan dan maksimal 24 bulan sebelum mendaftar vokasi dan peserta harus nonaktif dari BPJamsostek.

Dia menyatakan pelatihan sudah dimulai pada 7-22 November 2019 dengan 1 kelas berisi 20 peserta berupa pelatihan busana. Pelatihan melibatkan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) DIY. Para peserta diberi pelatihan dan uang saku. Namun peminat kegiatan vokasi itu masih minim salah satunya karena persyaratannya. Sampai kini pelatihan masih dibuka sesuai pilihan dan kuota yang tersedia.

“Kami buka karena kuotanya masih banyak 205 orang. Pelatihan ini gratis. Kami terkendala memperoleh peserta. Salah satunya karena syarat-syaratnya seperti umur maksimal 40 tahun,” paparnya.

Pihaknya sudah mengusulkan syarat umur maksimal 40 tahun itu direvisi karena menjadi salah satu kendala. Namun regulasi sampai kini masih umur maksimal 40 tahun. Berbagai pelatihan yang ditawarkan di antaranya otomotif, editing video, membatik dan masak. Dalam pelatihan itu melibatkan lembaga kursus yang tersertifikasi. Pendaftaran bisa ke BPJamsostek dan online lewat sso.bjpsketenagakerjaa.go.id atau WA 08561462237.

“Pelatihan tidak terbatas itu saja. Bisa disesuaikan dengan minat dan keahlian masing-masing. Tapi yang penting satu kelas 20 orang,” ujar Ainul.

Kini jumlah peserta BPJamsostek di wilayah DIY sebanyak 372.644 orang. Jumlah itu meliputi penerima upah, peserta bukan penerima upah, peserta PMI (pekerja migran Indonesia) dan pekerja konstruksi. (Tri)

Read previous post:
Masjid Syuhada, Simbol Semangat Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

PEMBANGUNAN Masjid Syuhada yang sarat akan sejarah di Kotabaru Yogyakarta bukanlah suatu kebetulan semata. Pasalnya, banyak alasan yang mendorong untuk

Close