Sertifikat 4.811 Bidang Sultan Ground dan PA Ground Diterbitkan

DANUREJAN (HARIAN MERAPI) – Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan, Pemda DIY melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang telah melakukan penataan atas tanah kasultanan atau Sultan Ground (SG) dan tanah kadipaten Paku Alaman atau Paku Alaman Ground (PAG) serta tanah desa mulai dari inventarisasi, identifikasi, verifikasi, pemetaan dan pendaftaran.

Hal ini disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X dalam penyerahan simbolis petunjuk teknis dan sertifikasi tanah kasultanan dan kadipaten oleh Menteri ATR-BPN, Sofyan Djalil, Jumat (15/11) di Kepatihan.

Hasil inventaris dan pendaftaran SG dan PAG berjumlah 14.044 bidang yang terdiri atas 13.688 SG dan 356 PAG. Hingga 2019 sudah terdaftar sebanyak 10.729 bidang atau 76,4 persen dan sertifikat dikeluarkan sebanyak 4.811 bidang atau 44,84 persen.

Sultan mengatakan, pentingnya pendataan dan sertifikasi agar pemanfaatan tanah secara optimal agar efisien serta terwujudnya tatanan penguasaan dan penggunaan tanah secara tertib dan teratur.

“Tanah sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena sengketa tanah kerap terjadi. Untuk itu perlu kaidah yang mengatur hubungan antara manusia dengan tanah yang juga diatur dalam hukum adat,” ungkapnya.

Sementara Menteri ATR-BPN, Sofyan Djalil menegaskan hal yang sama. Harapannya sengketa tanah berkurang dan pengelolaan jelas. “Semua tanah di Yogyakarta, terutama kasultanan dan kadipaten harus jelas sehingga tidak ada sengketa di masa datang. Sedangkan yang hak milik akan ada penyelesaian,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan penyerahan simbolis tersebut merupakan bagian dari penataan tanah yang ada di Indonesia sebab capaiannya belum sampai 50 persen. (C-4)

Read previous post:
Kepala Bappeda Hingga Pengusaha Ramaikan Bursa Cawabup Kulonprogo

PENGASIH (HARIAN MERAPI) - Tiga tokoh menambah ramai bursa penjaringan calon wakil bupati (cawabup) Kulonprogo dengan mendaftar di hari yang

Close