Yogya Terbitkan Edaran Waspada Penyakit Pancaroba

UMBULHARJO (MERAPI) – Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengeluarkan surat edaran kewaspadaan musim pancaroba dari kemarau ke hujan. Terutama terkait potensi penyakit saat peralihan musim dan antisipasi yang harus dilakukan masyarakat.

“Kami buat surat edaran (SE) tentang waspada pancaroba. Penyakit yang berpotensi ada demam berdarah, leptospirosis, diare dan ISPA,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kota Yogyakarta, Yudiria Amelia dalam jumpa pers di Balaikota, Jumat (11/1).

Menurutnya masyarakat perlu mengenali gejala-gejala penyakit dan cara mengantisipasinya. Misalnya warga diminta melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan satu rumah satu jumantik untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Menggunakan alas kaki dan sarung tangan saat beraktivitas di daerah aliran sungai maupun selokan untuk mencegah terkena bakteri leptospirosis yang ditularkan melalui kencing tikus.

“Waspadai daerah aliran sungai. Pemicu leptospirosis dari pola hidup masyarakat yang kurang melindungi diri dari kotor. Misalnya saat kerja bakti di wilayah banyak yang tidak pakai alas kaki dan terdapat luka, bakteri leptospirosis rentan masuk. Makanya harus lebih berhati-hati pada kaki maupun tangan yang terluka,” jelasnya.

Dinkes Kota Yogyakarta mencatat kasus Leptospirosis selama tahun 2019 sebanyak 21 kasus. Jumlah itu meningkat dibandingkan selama tahun 2018 yang hanya 13 kasus leptospirosis dengan 1 kasus meninggal dunia. Kasus penyakit leptosporis tersebar di sejumlah kelurahan di antaranya Pakuncen, Kadipaten Pringgokusuman, Sorosutan, Purwokinanthi, Ngampilan, Priwrodirjan dan Gowongan.

Hal yang perlu menjadi perhatian adalah kasus leptospirosis tidak hanya terjadi pada permukiman yang dekat daerah aliran sungai. Terbukti ada kasus leptospirosis di Kadipaten Kecamatan Kraton yang tidak dilewati daerah aliran sungai.

“Dari hasil riset persebaran kasus leptospirosis tidak hanya di daerah aliran sungai. Pada permukiman bakteri leptospirosis lewat kencing tikus bisa masuk ke rumah. Tikus bersarang pada ruangan di sekitar perabot rumah yang tidak digeser. Misalnya bersih-bersih harus digeser-geser perabotnya,” terang Amel.

Kepala Seksi Pemberantasan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu menambahkan, dari 21 kasus leptospirosis selama tahun 2019, semuanya bisa diselamatkan karena kecepatan penanganan. Penyakit leptospirosis bisa disembuhkan dengan obat antibiotik dan ditangani cepat sebelum parah.

“Kasus leptospirosis yang meninggal dunia karena telat penangananya. Makanya jika demam tinggi dan sakit kepala harus segera diperiksakan ke layanan kesehatan. Demam tinggi harus dihitung sejak hari pertama berdasarkan jam. Puskemas bisa mengecek demam karena bakteri leptospirosis atau bukan,” tutur Endang.

Termasuk untuk penyakit diare dan infeksi saluran pernafasan atas diharapkan masyarakat tidak menyepelekan karen bisa berulang. Oleh sebab itu masyarakat diimbau melakukan pola hidup bersih dan sehat serta cuci tangan bersih serta menggiatkan Jumat bersih di wilayah. Selain itu memperhatikan pola makan, diet seimbang, istirahat dan kelola stres. (Tri)

Read previous post:
Dekor Kekinian Kian Diminati Konsumen

PELUANG usaha bidang wedding organizer cukup menjanjikan. Ada banyak hal penting diterapkan agar bisa sukses dalam menerjuni bidang ini. Kepiawaian

Close