Yogya Kurang 2 Pos Damkar

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Kota Yogyakarta masih kekurangan dua pos pemadam kebakaran (damkar) untuk memenuhi kebutuhan ideal. Penambahan pos damkar salah satunya di kawasan Alun-alun Utara yang diwacanakan sejak dulu, hingga kini belum terealisasi.

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Kebakaran Isharyanto mengutarakan, Kota Yogyakarta dengan luasan wilayah 32,5 kilometer persegi dengan jumlah penduduk cukup padat membutuhkan 4 wilayah manajemen kebakaran. Kebutuhan tersebut mendasarkan kajian dalam rencana induk sistem proteksi kebakaran (RISPK).

“Pertimbangannya jumlah penduduk dan luas wilayah potensi kebakaran. Butuh empat wilayah manajemen kebakaran,” kata Isharyanto, Minggu (20/10).

Kini jumlah pos pemadam kebakaran di Kota Yogyakarta ada dua yakni di posko induk kompleks Balaikota dan posko tambahan di Jalan Kyai Mojo. Dia menyatakan rencananya kekurangan 2 posko tambahan akan dibangun di pusat kota di kawasan Alun-alun utara dan selatan timur di sekitar Terminal Giwangan. Titik yang juga dinlai ideal untuk pos damkar di bagian barat-selatan atau di sekitar Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty).

“Untuk di Alun-alun Utara Yogyakarta, itu asetnya milik Kraton Yogyakarta. Sudah ada permohonan lewat dinas terkait untuk izin tempatnya. Masih berproses,” ujarnya.

Sedangkan untuk pos di sekitar Terminal Giwangan, diakuinya juga membutuhkan koordinasi dan kebijakan dari kepala daerah karena lokasi sudah difungsikan juga sudah difungsikan sebagai terminal. Untuk Pasty pun demikian, karena aset milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan sehingga dibutuhkan koordinasi dengan dinas terkait.

Dengan tambahan pos damkar tersebut maka konsekuensinya adalah penambahan personel. Dia menjelaskan setidaknya satu pos damkar tambahan memerlukan satu regu pemadam kebakaran, satu regu penyelamatan. Sedangkan jumlah armada damkar setidaknya satu unit.

“Seharusnya, ada satu tim pemadaman dan satu regu penyelamat. Tapi jumlah anggota untuk tim penyelamat masih terbatas, sehingga sekarang masih dipusatkan di posko induk,” tambah Isharyanto.

Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta kini memliki 12 armada pemadam kebakaran. Dia menyampaikan satu armada tidak bisa difungsikan. Tahun ini dinas itu juga melakukan pengadaan armada damkar berkapasitas 6.000 liter. (Tri)

Read previous post:
Smart Sentra Dukung IKM Kotagede dan Lendah

KOTAGEDE (HARIAN MERAPI) - Yogyakarta menjadi proyek percontohan peningkatan nilai tambah sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis pasar. Sentra

Close