Taman Pintar Jadi Percontohan Ruang Bermain Ramah Anak

RUANG bermain anak tidak hanya sebatas pada ketersediaanya. Namun juga harus dipastikan menggunakan sarana dan material yang tidak berbahaya bagi anak. Untuk mewujudkan ruang bermain yang ramah anak itu harus memenuhi standar kriteria yang telah ditetapkan. Di Kota Yogyakarta baru satu ruang bermain yang telah dinilai sebagai ruang bermain ramah anak yakni Taman Pintar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta Edy Muhammad menyebut dari hasil penilaian ruang bermain ramah anak oleh tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Taman Pintar mendapatkan total skor 436. Skor tersebut tertinggi nomor 3 di Indonesia.

“Taman Pintar mendapatkan skor tertinggi ketiga nasional tanpa perbaikkan. Sudah memenuhi kriteria ruang bermain ramah anak, sehingga Taman Pintar bisa menjadi percontohan ruang bermain ramah anak,” kata Edy, usai penandatangani berita acara penilaian standarisasi dan sertifikasi ruang bermain ramah anak, di Balaikota, Kamis (10/10).

Dia menjelaskan ada 13 kriteria penilaian ruang bermain ramah anak. Komponen permainan setidaknya memiliki nilai minimal 5. Komponen ruang bermain ramah anak yang dinilai di Taman Pintar paling banyak dibandingkan ruang bermain lainnya. Misalnya harus ada alat permainan tradisional. Penilaian standarisasi dan sertifikasi ruang bermain ramah anak itu cukup ketat.

“Mereka sangat ketat penilaiannya. Misalnya sarana atau alat bermain tidak menggunakan benda- benda tajam Bagian baut tidak boleh terlihat Pada tanaman pendukung di taman juga tidak boleh ada yang berduri. Ruang bermain anak juga harus bisa dinikmati gratis,” jelasnya.

Penilaian standarisasi dan sertifikasi ruang bermain anak itu menjadi bagian dari kriteria Kota Layak Anak dari kluster pemanfaatan waktu, ruang dan kegiatan budaya. Kota Yogyakarta semula mengajukan dua ruang terbuka hijau publik yang dinilai ke Kemen PPPA yaitu Taman Pintar dan Taman Bakung. Tapi hanya Taman Pintar yang dipilih.

“Penilaian tidak sebatas pada menyediakan ruang bermain ramah anak. Tapi juga harus terserfikasi. Ini menjadi bukti ruang bermain ramah anak sudah terstandar dan aman. Setiap tahun juga dievaluasi. Taman Pintar bisa menjadi contoh referensi ruang bermain ramah anak,” terang Edy.

Sementara itu Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan Kemen PPPA Rohika Kurniadi Sari, mengatakan setidaknya ada 13 persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi ruang bermain ramah anak. Persyaratan tersebut meliputi lokasi, pemanfaatan, kemudahan, material, vegetasi, penghawasan, peralatan, keselamatan, keamanan, kesehatan, kenyamanan, pencahayaan, dan pengelolaan.

“Percontohan di Taman Pintar ini bisa dikembangkan ke tempat wisata lain sehingga Kota Yogyakarta sebagai kota wisata juga akan dikenal sebagai kota wisata yang ramah anak,” tambah Rohika.

Menurutnya ruang bermain ramah anak memiliki banyak manfaat, diantaranyaa membentuk moral dan etika anak karena mereka mengantre dan berempati dengan temannya. Selain itu soal kedisiplinan, waktu main, tumbuh kreativitas, menanamkan kesadaran diri, anak lebih sehat karena terpapar matahari dan udara di luar rumah. (Tri)

Read previous post:
Burung Merpati Penghias Rumah

ADA beberapa alasan memelihara satwa klangenan di kompleks rumah. Sebagian ada yang lebih diunggulkan soal suara atau anggungannya. Namun ada

Close