Pengawasan Elpiji Bersubsidi Diperluas Sampai Hotel

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Pengawasan penggunaan gas elpiji bersubsidi 3 kg di Kota Yogyakarta akan diperluas. Sebelumnya pengawasan menyasar pangkalan elpiji dan usaha makanan, maka akan diperluas sampai usaha jasa hotel.

“Kami akan coba pengawasan gas bersubsidi ke usaha-usaha lain seperti hotel karena dimungkinkan memakai gas tiga kilogram,” kata Kepala Bidang Bimbingan Usaha Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta Benedict Cahyo Santosa, Rabu (9/10).

Menurutnya, dimungkinkan ada hotel yang menggunakan gas 3 kg karena kondisi jasa akomadasi hotel di Kota Yogyakarta cukup beragam. Jika terbukti ditemukan hotel menggunakan elpiji 3 kg akan dilakukan pembinaan agar tidak menggunakan gas elpiji bersubsidi karena menyalahi aturan. Pengusaha hotel harus menggunakan gas non subsidi.

“Kalau ada usaha skala besar pakai gas 3 kg akan dilakukan penggantian tabung gas elpiji non subsidi. Kami akan giat lagi pengawasannya,” ujarnya.

Dia mencontohkan penggantian tabung gas elpiji 3 kg dengan gas elpijo non subsidi seperti saat giat pengawasan pada usaha makanan beberapa waktu lalu. Dia menyebut dari hasil pengawasn di beberapa tempat usaha makanan sekelas restoran ditemukan masih menggunakan gas elpiji subsidi hingga puluhan tabung. Kemudian langsung dilakukan penggantian setiap dua tabung elpiji 3 kg dengan tabung gas elpiji non subsidi 5,5 kg.

“Kami lakukan kontrol lagi pada usaha-usaha makanan yang sudah diganti tabung gas nonsubsidi, mereka sekarang pakai nonsubisdi. Kalau tetap ngeyel masih pakai gas subsidi tiga kilogram, kami akan ada upaya lebih lanjut,” tegasnya.

Sesuai aturan gas elpiji 3 kg untuk keluarga miskin. Berdasarkan Surat Edaran Gubernur DIY Nomor 510/0086 tahun 2018 tentang pengendalian gas LPG tabung 3 kg dilarang digunakan oleh restoran, usaha peternakan, usaha pertanian, batik, binatu, usaha jasa lasa dan usaha tani tembakau serta PNS.

Selain itu Disperindag Kota Yogyakarta juga rutin melakukan pengawasan harga elpiji bersubsidi di tingkat agen dan pangkalan. Ada sekitar 60 hingga 70 pangkalan dan 14 agen di Kota Yogyakarta. Kuota gas LPG 3 kg di Kota Yogyakarta tahun 2019 mencapai 7,15 juta tabung.

“Untuk saat ini kuota elpiji bersubsidi di Kota Yogyakarta masih mencukupi,” tandas Benedict. (Tri)

Read previous post:
ilustrasi
DIDUGA SAKIT TAK KUNJUNG SEMBUH-Mukijem Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta Api

WATES (MERAPI) -Warga Driyan, Wates, Kulonprogo, Mukijem (53) meninggal dunia setelah menabrakkan tubuhnya ke kereta api 54A Taksaka jurusan Jakarta-Yogya

Close