UMKM Berdaya Saing Harus Melek Digital, Jitu Pemasaran dan Pengemasan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Jumlah usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta cukup besar. Dari data 2017 saja terdapat sebanyak 23.000. Hanya dari jumlah tersebut, baru 3.246 UMKM yang mengurus perizinan untuk legalitas.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Yogyakarta Lucy Irawati mengutarakan, dari 23.000 UMKM tersebut mayoritas merupakan usaha mikro. Adapun usaha yang dirintis warga kebanyakan seputar kuliner,  fesyen dan kriya.

“Kami tidak ada lelah membantu tumbuh kembang UMKM di Kota Yogyakarta. Selain pendampingan legalitas, kami juga mendorong mereka mengembangkan industri kreatif berbasis teknologi informasi,” papar Lucy dalam acara JNE Kopiwriting dengan tema ‘Menangkap Peluang Industri Kreatif di Era Digital’ di Silol Kopi & Eatery Yogyakarta, (2/10).

Pemkot Yogyakarta, lanjutnya, terus mendukung inovasi yang dilakukan UMKM agar bisa bersaing di ekosistem digital. Banyak dukungan yang telah dilaksanakan pihaknya, di antaranya peningkatan pelatihan managemen, marketing digital, pengemasan produk dan pameran bagi UMKM terseleksi.

Tunjung Pratiwi, pemilik Abekani Jogja berbagi seputar pengalaman dalam merintis bisnis yang kini sudah membuahkan hasil. Dengan modal Rp 2 juta, ia memulai usaha pada 2009, yaitu membuat produk bahan kulit seperti tali kamera dan tempat ponsel atau laptop.

Menurut Tunjung, sistem pemasaran dan penjualan online sangat membantu usaha kecil yang masih dirintis karena sistem offline membutuhkan modal yang cukup besar.

“Melalui metode offline tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya kami menerima pesanan custom tas kamera secara online. Dari situlah penjualan kami meningkat,” ungkapnya yang lantas membuat website pada 2012.

Salah satu hal unik dari brand ini adalah memiliki komunitas pecinta tas kulit Abekani yang terbentuk melalui FB Group. Member aktifnya tersebar di kota–kota besar di seluruh Indonesia, bahkan, ada juga dari luar negeri hingga mencapai 27.300 member.

Tunjung juga menjelaskan bisnis online tidak bisa lepas dari bantuan jasa ekspedisi seperti JNE. Dengan kemudahan yang diberikan dan layanan jemput bola oleh JNE, Abekani sangat terbantu dalam berbisnis, sehingga dapat menghemat dari segi waktu serta biaya.

“Sampai saat ini 95 persen pengiriman logistik Abekani menggunakan JNE, sisanya karena permintaan pribadi,” ujarnya.

Head Regional JNE Express Jateng DIY Marsudi (kiri) saat menghadiri
JNE Kopiwriting di Yogya, Rabu (2/10). (Merapi-Sutriono)

Friendly Logistics

Branch Manager JNE Yogyakarta Adi Subagyo mengutarakan, pihaknya bermimpi Yogya dapat menjadi kota kreatif seperti Bandung dengan banyak lokal brandnya yang terkenal. Kota Yogyakarta yang memiliki daya tarik wisata dan budaya menjadi magnet bagi banyak turis dalam negeri maupun luar negeri.

Hal tersebut pula yang menjadi peluang bagi para pelaku usaha. Untuk mendorong munculnya peluang dan memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM di Yogyakarta, JNE menghadirkan Friendly Logistics. Ini adalah layanan untuk mempermudah pelaku industri kreatif, termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam menjalankan bisnis.

Menurutnya, pengelolaan warehousing oleh Friendly Logistic dilakukan secara profesional dan terintegrasi langsung dengan layanan pengiriman. Layanan ini pun mampu menyediakan update data jumlah stok barang, dan status pengiriman tiap paket secara berkala.

Berbagai fasilitas dalam Friendly Logistics seperti digital marketing, warehousing, order fulfilment, technology development, shipping management dan delivery akan menjadi solusi. Hal itu karena pelaku usaha kerap direpotkan dengan proses logistik yang dilakukan sendiri, seperti proses warehousing, pengaturan stok barang mau pun packaging dan yang lainnya.

“Perlu usaha besar apabila hal terkait logistik dikerjakan secara mandiri oleh pelaku usaha. Karena itulah Friendly Logistics dihadirkan untuk membantu UKM agar dapat fokus dan berkonsentrasi pada sektor produksi, pengembangan atau inovasi produk, serta sales,” ungkapnya.

Kegiatan JNE Kopiwriting di Yogyakarta merupakan yang keempat setelah sukses digelar di Kota Bandung, Padang, Banjarmasin dan Malang. Setelah Yogyakarta, JNE Kopiwriting juga akan digelar di kota terakhir yaitu Cirebon. (Son)

Read previous post:
Aman Yuriadijaya Jabat Sekda Yogya

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Setelah melalui seleksi panjang, akhirnya jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta diisi Aman Yuriadijaya. Sekda resmi

Close