PKL Lesehan Malioboro Siap Ditata

PKL kuliner berjualan sekitar di depan Gedung DPRD DIY Jalan Malioboro. (Merapi-Tri Darmiyati.
PKL kuliner berjualan sekitar di depan Gedung DPRD DIY Jalan Malioboro. (Merapi-Tri Darmiyati.

UMBULHARJO (MERAPI) – Pedagang kaki lima (PKL) kuliner lesehan siap ditata untuk mendukung kawasan semi pedestrian Malioboro. Hanya saja, sampai kini belum ada sosialisasi terkait penataan PKL.

“Kami siap diata. Asal jangan dipindah,” kata Ketua Paguyuban Lesehan Malioboro Sukidi, Rabu (17/7).

Dia menyatakan PKL kuliner lesehan Malioboro siap mendukung pemerintah terkait penataan kawasan Malioboro. Menurutnya Malioboro kini sudah dibangun secara fisik, sehingga perlu ada perubahan tampilan. Termasuk para PKL kuliner di Malioboro juga perlu menata diri.

“Istilahnya Malioboro harus ada perubahan tampilan, sehingga kami juga harus menata diri,” ujarnya.

Dia mengatakan sampai kini belum ada sosialisasi mengenai penataan PKL Malioboro setelah penataan fisik di kawasan itu selesai dibangun. Saat ini pelaku kuliner lesehan Malioboro sebanyak 50 PKL yang buka di sore dan malam hari. Luas area PKL kuliner lesehan bervariasi yakni 7,5 meter x 2 meter dan ada yang lebih dari 7,5 meter karena memiliki izin dua tempat.

“Usulan yang belum dilaksanakan selama ini adalah keseragaman tenda PKL. Kalau seragam sudah kelihatan rapi,” imbuh Sukidi.

Seperti diketahui Pemda DIY bersama Pemkot Yogyakarta tahun ini akan menata PKL di kawasan Malioboro. Rencananya penataan akan difokuskan pada penataan PKL kuliner. Bangunan sentra PKL di eks bioskop Indra tahun ini masih dalam pengerjaan penataan land scape.

Sedangkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto mengaku sudah ada koordinasi antara Pemkot Yogyakarta dan Pemda DIY terkit penataan kawasan Malioboro. Tapi masih bersifat internal, sehingga pihaknya belum dapat menyampaikan banyak terkait penataan PKL.

“Masih internal. Kami belum bisa berikan komentar. Untuk jumlah PKL Malioboro ada sekitar 2.300 pedagang,” tambah Ekwanto.

Sebelumnya Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan untuk penataan Malioboro tahun ini pemkot menangani sirip-sirip jalan. Sedangkan penataan pedagang ke eks bioskop Indra masih menunggu koordinasi dari Pemda DIY. Dia mengaku sampai kini belum kejelasan kriteria pedagang yang ditata di sentra PKL Malioboro.

“Kami akan tata bersama dengan Pemda DIY. Lihat dulu kapasitasnya di sana berapa. Kami masih perbaikan sirip-sirip Malioboro tahun ini,” tandas Heroe. (Tri)

Read previous post:
Danramil Gondokusuman Beri Wasbang Siswa SMUN 6

GUNA menumbuhkan semangat generasi muda agar cinta terhadap negara dan bangsa dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik itu dalam organisasi

Close