LOMBA PERKUTUT PAKU ALAM CUP-‘Rekayasa’ Moncer di Kelas Dewasa Senior

Prosesi pelepasan perkutut ke alam liar, sebelum lomba dimulai. (MERAPI-SULISTYANTO)

LOMBA atau konkurs perkutut tingkat nasional bertajuk KGPAA Paku Alam Cup kembali digelar. Tahun ini sudah yang ketujuh dan dilaksanakan di Alun-alun Selatan Kraton Yogyakarta, Minggu (14/7). Ratusan kung mania dari berbagai daerah di Indonesia antusias mengikuti even bergengsi yang diprakarsai Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) DIY bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menjelaskan, dengan kegiatan ini diharapkan dapat mendukung usaha pelestarian perkutut serta komunitas-komunitas terkait hobi ini terus berkembang. Bahkan perkutut tak hanya suatu kegiatan hobi saja, namun dapat dijadikan komoditas perekonomian.

“Terbukti tak sedikit orang bisa mendapatkan rezeki dari bidang ini. Misalnya menjadi peternak, menjual pakan, membuat sangkar maupun aneka pendukung terkait perkutut,” papar Singgih saat membuka KGPAA Paku Alam Cup, kemarin.

Tak kalah penting, lanjutnya, dengan semaraknya jagat perkutut dengan rutin digelar lomba akan membantu meningkatkan keberagaman daya tarik wisata di DIY. Dengan kata lain dapat mendongkrak target kunjungan wisatawan di DIY. Apalagi peserta dari luar daerah biasa membawa keluarganya sekalian berlibur dan datang ke DIY beberapa hari sebelum hari pelaksanaan.

Hal senada disampaikan Ketua P3SI Pusat Mayjen TNI (Purn) H Zainuri Hasyim yang juga memberikan sambutan. Apalagi letak DIY berada di tengah-tengah, sehingga baik peserta asal Pulau Jawa maupun luar Jawa semakin antusias banyak yang didatang. Ditambah lagi objek-objek wisata di DIY sudah populer serta tak bosan-bosan untuk dikunjungi.

“Yang jelas, dengan konkurs seperti ini akan semakin mempererat persaudaraan terlebih para penggemar perkutut atau kung mania. Burung-burungnya boleh bertanding, tapi para pemiliknya terus bersahabat dan menjunjung rasa kekeluargaan,” ucap Zainuri.

Usai prosesi pembukaan, sebagian tamu undangan termasuk perwakilan dari Kadipaten Pakualaman KPH Kusumo Parastho, Ketua P3SI DIY Suyanto dan Ketua Panitia KGPAA Paku Alam Cup VII-2019 Benny Kurniawan melepas belasan perkutut ke alam bebas. Pelepasan burung ini antara lain sebagai simbol untuk terus berusaha melestarikan fauna lebih khusus perkutut.

“Lomba perkutut ini terbagi dalam empat kelas, yaitu hanging, piyik yunior, dewasa yunior dan dewasa senior. Penilaian ada empat babak dengan juri-juri nasional antara lain ada dari DIY, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur,” jelas Benny.

Adapun hasil juara I sampai III kelas dewasa senior, yaitu perkutut bernama Rekayasa milik TNG (Madura), Bintang Timur – H Pri (Banyuwangi) dan Basa-basi – Budy P (Semarang).

Juara I sampai III dewasa yunior, yakni Halmahera-Gunawan A (Bangkalan), Konaan – H Toha (Krian) dan Cahaya Suci-Amin M (Madura).

Juara I sampai III kelas piyik yunior, Papua-Gunawan (Bangkalan), Cleopatra – Lurah Jati (Purworejo) dan My Father – H Iwan (Jombang).

Sedangkan di kelas hanging juara I sampai III, Kian Santan – H Jay/H Achyan (Kalsel), Aurora – H Ahmad F (Banjarmasin) dan Pitbull – Akasa B (Surabaya). (Yan)

Read previous post:
Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung

SLEMAN (MERAPI) - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II Wilayah Kodim 0732/ Sleman, Kamis (11/7) secara resmi dibuka

Close