Ada E-SPTPD, Bayar Pajak Hotel Tak Pakai Antre

Tampilan halaman utama aplikasi e-SPTPD dalam aplikasi JSS pada ponsel berbasis android. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

WAJIB pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir di Kota Yogyakarta kini mulai banyak yang memanfaatkan apliikasi surat pemberitahuan pajak daerah secara elektronik (e-SPTPD). Pembayaran pajak semakin dimudahkan karena tidak harus datang ke kantor pelayanan pembayaran Pemkot Yogyakarta dan antre. Cukup menggunakan internet dan e-SPTPD di telepon pintar atau melalui website pembayaran pajak bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta Wasesa menyebut saat ini yang memanfatkan aplikasi e-SPTPD ada 1.342 wajib pajak dari total wajib pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir sebanyak 1.673 wajib pajak. Jumlah itu sekitar 80 persen dari total wajib pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir di Kota Yogyakarta yang memanfaatkan e-SPTPD.

“Sudah banyak yang memanfaatkan e-SPTPD. Ini memang memudahkan. Dulu harus antri di loket pembayaran untuk mengisi formulir secara manual setiap bulan. Sekarang bisa di mana saja dan mengisi formulirnya secara online,” tutur Wasesa, di Balaikota Selasa (9/7).

Caranya wajib pajak mengakses website sptpd.jogjakota.go.id atau mengakses menu e-SPTPD melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS) yang bisa diunduh melalui telepon selular berbasis android. Wajib pajak harus mendaftarkan akun dahulu untuk mengaksesnya. Kemudian wajib pajak akan mendapat kode bayar yang bisa digunakan untuk membayar pajak melalui bank BPD DIY.

Penggunaan aplikasi e-SPTPD itu diatur melalui Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 84 Tahun 2017 yang didalamnya disebutkan bahwa pelaporan pajak daerah dengan aplikasi itu paling lambat dilaksanakan pada akhir 2018. Pihaknya berharap seluruh wajib pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir bisa mematuhi aturan dan memanfaatkan aplikasi e-SPTPD itu.

“Yang belum memanfaatkan e-SPTPD ini bisa karena belum familiar dengan gadget. Tapi ini akan memudahkan wajib pajak dalam pembayaran, sehingga perlu ditingkatkan kepesertaannya,” paparnya.

Keberadan e-SPTPD Pemkot Yogyakarta itu juga mendapat apresiasi dan menembus 99 besar ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019 yang diadakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dia mengatakan saat ini penilaian e-SPTPD itu sudah masuk 45 besar

Keberadaan aplikasi juga menumbuhkan kesadaran wajib pajak untuk taat pajak. Salah satu indikatornya adalah jumlah wajib pajak yang melaporkan dan melakukan pembayaran pajak tepat waktu mengalami kenaikan yaitu 57,09 persen pada 2017 dan meningkat menjadi 61,94 atau naik 4,85 persen pada 2019. Aplikasi e-SPTPD sendiri diluncurkan resmi pada Desember 2017.

Sebelumnya, Wakil WaliKota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, dengan aplikasi e-SPTPD pembayaran pajak menjadi lebih transparan. Wajib pajak juga dapat memantau pajak yang sudah dibayarkan, apakah sudah masuk ke rekening kas daerah atau belum, sehingga mencegah tindak penyalahgunaan.

“Ada juga wajib pajak yang sudah memanfaatkan tapping box sehingga tidak perlu menghitung sendiri besar pajak yang harus dibayarkan. Jumlah pajak yang harus dipenuhi sudah dihitung oleh aplikasi,” pungkas Heroe.(Tri)

Read previous post:
Vladimir Vujovic Mundur, Manajer Menyusul

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Hasil kurang memuaskan yang didapat PSIM Yogya pada pekan ketiga Liga 2 2019 ketika dipermalukan Persik

Close