PPDB Online SMP Dimulai, Warga Susah Input NIK

Orangtua siswa mendatangi Kantor Disdik Kota Yogyakarta untuk menggali informasi PPDB SMP negeri. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

DANUREJAN (MERAPI) – Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri jalur zonasi wilayah di Kota Yogyakarta dimulai dengan pengajuan pendaftaran secara online mandiri Kamis (20/6) sampai 25 Juni. Pada hari pertama kemarin, sebagian orangtua mengalami kesulitan dalam memasukkan data nomor induk kependudukan (NIK).

“Saya sulit memasukkan data NIK sejak pukul 08.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB,” kata Bayu, warga Demangan Baru, yang mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta untuk mencari informasi, Kamis (20/6).

Hal senada juga dialami orangtua calon siswa PPDB SMP negeri jalur zonasi. Dia mencoba mendaftar secara online dengan memasukkan NIK anaknya sampai beberapa kali pada form pendaftaran di laman yogya.siap-ppdb.com. “Sampai tiga kali mencoba baru bisa masuk NIK-nya,” ujarnya.

Sedangkan Koordinator Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta Baharudin Kamba menyebut, dari hasil pemantauan Forpi, selain warga kesulitan memasukkan data NIK calon siswa ada belasan warga yang NIK anak tidak aktif. Warga yang NIK-nya tidak aktif diminta membuat surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta.

“Baru balik lagi ke Kantor Disdik Kota Yogyakarta. Untuk mendapatkan kode verifikasi, harus menunggu besok pagi, Jumat (21/6) karena harus diproses input dan dicek datanya,” papar Kamba.

Secara terpisah Ketua PPDB 2019 Disdik Kota Yogyakarta Entik Siti Hidayati menjelaskan, kendala memasukan data NIK anak ke pengajuan pendaftaran online karena faktor salah memasukkan nomor NIK. Nomor NIK yang salah, membuat pendafaran tidak bisa diproses.

“Itu karena salah memasukkan nomor NIK. Jadi nomor NIK yang dimiliki sudah benar, tapi salah memasukan nomornya. Kadang orangtua terburu-buru memasukkanya, sehingga harus cermat saat mengisi data NIK-nya,” terang Entik.

Terkait adanya kendala NIK mati dia menyatakan hal itu bisa terjadi karena saat pemutakhiran Kartu Keluarga misal karena pindah penduduk tidak lapor Dindukcapil. Oleh sebab itu orangtua yang NIK ananya tidak aktif diminta mengurus surat keterangan ke Dindukcapil dahulu.

Sementara itu Kepala Disdik Kota Yogyakarta Budi Asrori Santosa menyarankan agar orangutan siswa memiliki SMP negeri terdekat dalam PPDB jalur zonasi wilayah agar peluang masuknya lebih besar. Masyarakat juga diminta tidak resah karena ada kesempatan kedua melalui zonasi mutu dengan kuota 40 persen dan jalur Kartu Menuju Sejahtera (KMS).

Dia mengatakan total daya tampung SMP negeri dan swasta di Kota Yogyakarta sekitar 9.000. Sedangkan lulusan SD di Kota Yogya berstatus warga kota tahun ini sekitar 5.000 siswa. Untuk daya tampung SMP negeri di Kota Yogyakarta sebanyak 3.462 siswa. (Tri)

Read previous post:
Simpang Lima, Kawasan Sentral di Atambua

ATAMBUA (MERAPI)– Kawasan Simpang Lima Atambua, selalu menjadi pilihan jika ada konser musik nasional. Hal ini bisa dimaklumi. Sebab, lokasi

Close