Grebeg Takjil Meriahkan Pasar Ramadan Nitikan

Gunungan Takjil memeriahkan Pasar Sore Ramadan Nitikan saat dibuka oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. (MERAPI-ISTIMEWA)

DUA gunungan makanan diletakan di atas panggung. Bukan gunungan biasa berupa makanan hasil bumi. Tapi gunungan tersebut tersusun dari nasi bungkus untuk berbuka puasa atau takjil. Gunungan takjil tersebut juga menjadi bagian dari pawai budaya masyarakat Nitikan, Kelurahan Sorosutan Kecamatan Umbulharjo.

Kegiatan Grebeg Takjil itu juga untuk memeriahkan pembukaan kegiatan Pasar Sore Ramadan di Jalan Sorogenen, Nitikan, Kecamatan Umbulharjo. Pasar Sore Ramadan Nitikan yang diadakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Nitikan bersama Takmir Masjid Muthohirin itu menjual berbagai menu takjil yang dijual masyarakat setempat. Mulai dari minuman hingga makanan beragam jenisnya.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengapresiasi kegiatan Grebeg Takjil dan Pasar Sore Ramadan Niitikan yang rutin dilakukan setiap bulan Ramadan. Termasuk perluasan area stan para pedagang. Dia berharap acara tersebut semakin berkembang dan kreatif. Terutama dalam pengembangan komoditi yang dijual di Pasar Sore Ramadan.

“Harapannya penyelenggaraan kegiatan ini dari tahun ke tahun semakin kreatif dan inovatif. Semakin mampu memperluas segmen acara dan komoditi yang diusung serta promosinya,” tutur Heroe saat membuka Pasar Sore Ramadan Nitikan awal puasa kemarin.

Menurutnya kegiatan Pasar Sore Ramadan Nitikan yang bisa berlangsung rutin tiap bulan puasa menunjukkan semangat masyarakat dalam menyambut Ramadan. Hal itu juga ditunjukkan melalui pawai budaya Grebeg Takjil. Oleh sebab itu pihaknya jgua mengajak masyarakat untuk menyambut Ramadan tahun ini dengan rasa gembira, sukur dan meningkatkan ibadah untuk mencapai ridha dan pahala darI Allah.

“Mari kita sambut Ramadhan 1440 H dengan gembira, bersyukur dan memperbaiki diri dengan niat yang ikhlas. Meriahkan dengan tarawih, tadarus, sedekah, zakat dan amalan lainnya hingga kita semua bisa kembali ke fitrah,” urainya.

Sementara itu Ketua Panitia Pasar Sore Ramadhan, Dedi Irianto mengatakan, Pasar Sore Ramadan Nitikan tahun ini memasuki kegiatan yang kesebelas kali digelar. Namun untuk pawai budaya yang memeriahkan Pasar Sore Ramadan itu baru diselenggarakan selama tiga tahun ini. Melalui grebeg itu ada pesan keguyuban masyarakat dalam menyambut Ramadan bisa berbuka puasa bersama.

“Kami sengaja mengakat ikon takjil pada gunungan grebeg. Ini membawa pesan ibadah sekaligus kebudayaan. Di mana warga bisa bersatu guyub, makan dengan menu yang sama, di tempat yang sama dari semua strata sosial, ekonomi warga” terang Dedi.

Dia menyampaikan kegiatan Pasar Sore Ramadan Nitikan tahun 2019 ini dikuti sebanyak 350 stand. Hal yang membedakan dengan tahun lalu, Pasar Sore Ramadan Nitikan tahun ini lebih luas. Dia menyebut Pasar Sore Ramadan Nitikan tahun ini menempati lokasi sepanjang hamper dua kilometer memanjang dari timur RS Jogja sampai dengan Jogja Fish Market atau Jalan Tegalturi. Termasuk ke arah utara sepanjang Jalan Nitikan Baru dan Jalan Sidikan. (Tri)

Read previous post:
Bulu Ayam Kanada Bak Batik

TAK sedikit pensiunan PNS berusaha mempunyai hobi positif, sehingga dapat mengisi waktu luang. Jenis hobi positif bahkan bisa memberi tambahan

Close