Kehamilan Picu Pernikahan Usia Anak

UMBULHARJO (MERAPI) – Tren pernikahan usia anak diperkirakan meningkat. Salah satu sebabnya dipicu hamil duluan. Di sisi lain peraturan usia minimal pernikahan dalam undang-undang perkawinan belum ramah anak.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat, kecenderungan pernikahan usia anak diperkirakan naik. Mengingat perkembangan teknologi dan bebasnya mengakses informasi yang tidak diimbangi dengan filter kepada anak serta kontrol orangtua. Di samping itu sikap permisif masyarakat yang tidak peduli kepada anak.

“Perkawinan usia anak di Yogya masih rendah. Tapi kebanyakan pernikahan anak di Yogya terjadi karena hamil duluan. Rata-rata usia SMA. Makanya perlu dicegah,” kata Octo dalam jumpa pers di Balaikota, Senin (6/8).

Dia menyatakan pernikahan usia anak adalah fenomena nasional. Namun di Kota Yogyakart faktor pemicunya beda dengan kabupaten lain di DIY yakni kehamilan tidak direncanakan atau hamil dulu baru dinikahkan. Sedangkan di Kulonprogo dan Gunungkidul pernikahan usia anak karena dipicu masih adanya budaya menikahkan anak di usia muda adalah kebanggaan.

Untuk mencegah pernikahan usia anak itu Pemkot Yogyakarta melalui walikota sudah menerbitkan Surat Edaran Walikota Nomor 472/2018 tentang Pendewasaan Usia Pernikahan Anak. Peraturan walikota terkait hal itu juga akan disusun dengan menekankan gerakan berbasis kewilayahan.

Mengacu Undang Undang Perkawinan usia minimal perempuan 16 tahun dan laki-laki 20 tahun. Padahal mengacu ketentuan usia anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindugan Anak sampai 18 tahun, sehingga usia minimal pernikahan bagi perempuan 16 tahun masih masuk usia anak. “Kami upayakan setidaknya perempuan minimal 20 tahun dan laki-laki 25 tahun,” terangnya.

Selain itu dinasnya juga akan melibatkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan serta Kementerian Agama setempat untuk berkomitmen menunda pernikahan usia anak. Termasuk perwakilan anak-anak dari pelajar dan forum anak dalam peringatan hari anak Kota Yogyakarta pada Selasa (7/8). (Tri)

Read previous post:
DARI KUTHAGEDHE, MATARAM ISLAM BERJAYA (9) – Pusara Pendiri Mataramn Islam

Di dalam Makam Agung terdapat pusara para peletak dasar Kerajaan Mataram Islam. Selain itu juga terdapat pusara Panembahan Hanyakrawati atau

Close