Penghargaan KLA Yogya Naik Kelas dari Madya Jadi Nindya 

Menteri Yohana Susana Yembise memberikan penghargaan KLA 2018 kepada Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. (MERAPI-ISTIMEWA)
Menteri Yohana Susana Yembise memberikan penghargaan KLA 2018 kepada Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. (MERAPI-ISTIMEWA)

UMBULHARJO (MERAPI) – Kota Yogyakarta kembali meraih penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak karena mendukung Kota Layak Anak (KLA). Namun yang membedakan pada tahun ini kategori penghargaan yang diraih naik menjadi Nindya dari sebelumnya Madya. Kota Yogyakarta dinilai telah mendukung perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat mengatakan, penghargaan KLA itu adalah yang kelima. Sebelumnya KLA kategori Madya diraih empat kali sejak tahun 2011. Meski demikian dia menegaskan penghargaan itu bukan tujuan utama yang diraih.

“Penghargaan ini menunjukkan komitmen pemkot untuk memenuhi hak-hak anak selama ini telah diakui. Ini meningkatkan semangat kami untuk berbuat lebih baik lagi kepada anak-anak,” kata Octo, Selasa (24/7).

Penghargaan itu diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Susana Yembise kepada Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Surabaya. Setelah mendapatkan penghargaan itu DPPPA Kota Yogyakarta akan menyiapkan berbagai program untuk mendukug perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.

“Kami akan lakukan penguatan dari sisi regulasi dan bersinergi dengan dunia usaha serta pihak lainnya. Misalnya dukungan untuk sekolah ramah anak dan puskesmas ramah anak,” paparnya.

Dia menyatakan dinasnya sudah memiliki kesepakatan bersama dengan Kadin dan Iwapi untuk kegiatan pemenuhan hak anak. Termasuk advokasi terhadap Perda Adminduk agar anak-anak yang memilik Kartu Identitas Anak (KIA) bisa mendapatkan insentif seperti diskon, semisal belanja perlengkapan sekolah. Kebijakan itu dinilainya juga sejalan dengan program Gandeng Gendong Pemkot Yogyakarta.

Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan bangga atas prestasi yang dicapai Kota Yogyakarta dan mengapresiasi semua pihak yang mendukung pemenuhan hak-hak anak. Ada beberpa program dan kegiatan yang selama ini mendukung KLA di antaranya Kampung Ramah Anak, gerakan jam belajar masyarakat, Kampung Bebas Asap Rokok, Sekolah Ramah Anak dan Puskesmas Ramah Anak. Kini sudah ada 34 Sekolah Ramah Anak dan 178 Kampung Ramah Anak di Kota Yogyakarta.

Beberapa indikator penilaian penghargaan tersebut di antaranya adanya Perda tentang KLA, memiliki Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Ruang Tanaman Hijau (RTH) yang ramah anak hingga cakupan untuk mendapatkan akta kelahiran secara mudah. (Tri)

Read previous post:
MERAPI-AMIN KUNTARI Petugas menunjukkan barang terlarang yang ditemukan saat sidak di Rutan Kelas IIB Wates.
Sidak Serentak di lapas, Kloset Duduk Napi Korupsi Jadi Sorotan

PAKEM (MERAPI)-  Menyikapi temuan sel mewah di Lapas Sukamiskin Bandung yang diungkap KPK, Kantor Kemenkumham DIY menggelar inspeksi mendadak (sidak)

Close