Kedatangan Bus di Terminal Giwangan Terlambat 4 Jam

Arus mudik terlihat di Terminal Giwangan Yogyakarta, para penumpang bus tiba dan berangkat silih berganti. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Penumpang memadati Terminal Giwangan Yogyakarta. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Kedatangan bus di Terminal Giwangan Yogyakarta mengalami keterlambatan pada H-3 Lebaran atau Selasa (12/6). Penumpang juga mengeluhkan ketidaksesuaian antara tiket dengan armada bus yang beroperasi.

Seorang penumpang bus Saryanto (37) mengatakan, kedatangan bus yang ia tumpangi dari Jambi ke Terminal Giwangan mengalami keterlambatan. Biasanya dia sampai Teminal Giwangan sekitar pukul 06.30 WIB. Tapi pada arus mudik kemarin, dia berangkat Senin pukul 17.00 WIB dari Jambi dan baru sampai Terminal Giwangan kemarin pukul 10.30 WIB.

“Sampai Terminal Giwangan lebih lama empat jam,” kata Saryanto, saat tiba di Terminal Giwangan, Selasa (12/6).

Tidak hanya itu dia juga mengeluhkan terkait bus yang tidak sesuai dengan tiket. Dia menuturkan pada tiket tertera Bus Handoyo, tapi penumpang diberangkatkan dengan bus pariwisata Family Raya Ceria. Selain itu dia harus merogoh uang untuk tarif tiket bus yang melonjak signifikan dari hari biasa Jambi-Yogyakarta Rp 430 ribu/penumpang menjadi Rp 600 ribu/penumpang.

Sementara itu Kepala Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Bekti Zunanta mengakui ada beberapa kedatangan bus yang mengalami keterlambatan pada Minggu (10/6) malam hingga 2 jam. Namun keterlambatan kedatangan bus itu tidak sampai membuat penumpang menumpuk di Terminal Giwangan.

“Ada keterlambatan bus yang datang dari arah barat seperti Jakarta maupun dari timur seperti Surabaya. Yang dari Surabaya itu vakum dua jam tidak ada bus,” ujar Bekti.

Terminal Giwangan mencatat pada Selasa (12/6) siang jumlah penumpang bus datang 6.682 penumpang dan berangkat 8.586 penumpang. Sedangkan Senin (11/6) jumlah penumpang bus yang datang 13.392 penumpang dan bus berangkat 15.903 penumpang. Pada Selasa (12/6) rencananya juga ada 23 bus mudik gratis dari Kementerian Perhubungan yang tiba di Terminal Giwangan.

“Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang kami sudah koordinasi dengan Organda dan ada sekitar 35 bus tambahan berupa bus pariwisata yang disiapkan. Kami juga sudah berangkatkan 12 bus pariwista ke Bandung dan Bogor,” terangnya.

Dia menyatakan mengenai tarif bus lebaran mengacu pada Permenhub nomor 36 tahun 2016 yakni tarif dasar batas atas Rp 155/km/penumpang dan tarif batas bawah Rp 137/km/penumpang. Peraturan itu hanya berlaku untuk bus ekonomi.

“Untuk bus yang non ekonomi tidak diatur. Diserahkan ke pasar tergantung fasilitas yang disediakan di bus misalnya bus VIP dan patas,” imbuh Bekti. (Tri)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Tersangka Ay saat melakukan prarekonstruksi pembacokan mahasiswa UGM.
GELAR PRAREKONSTRUKSI, POLISI: MOTIFNYA SALAH SASARAN-Pembacokan Mahasiswa UGM Direncanakan

YOGYA (MERAPI) - Polisi melakukan pra rekonstruksi pembacokan di Simpang Empat Mirota Kampus Jalan C Simanjuntak Yogya yang menewaskan mahasiswa

Close