Lulusan SMA/SMK Dominasi Pengangguran

UMBULHARJO (MERAPI) – Angka pengangguran di Kota Yogyakarta berpotensi bertambah pascapengumuman kelulusan SMA/SMK. Selama ini angka pengangguran juga didominasi lulusan dari jenjang SMA/SMK. Berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka pengangguran tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (KUKM Naketrans) Kota Yogyakarta Lucy Irawati menyebut angka pengangguran di Kota Yogyakarta pada tahun 2017 sekitar 6.100 orang. Dimungkinkan angka pengangguran itu berubah seiring dengan kelulusan siswa SMA/SMK di tahun 2018.

“Untuk angka pasti pengangguran tahun ini masih dalam pendataan. Tapi selama ini pengangguran paling banyak dari lulusan SMA/SMK,” kata Lucy, Jumat (4/5).

Diakuinya ada perbedaan data angka pengangguran antara data Badan Pusat Stastisik (BPS) dengan data Dinas KUKM Naketrans. Dia menjelaskan itu terjadi karena ada perbedaan parameter dalam perhitungan angka penganguran. Dinas mendata angka pengangguran mengacu pada data KTP penduduk Yogya yang berusia 15-65 tahun. Sedangkan BPS berdasarkan penduduk berdomisili di Kota Yogya tanpa batas usia.

Untuk menekan angka pengangguran itu Dinas KUKM Nakektrans Kota Yogyakarta menggelar bursa kerja pada 7-9 Mei di Jogja Expo Center. Dia menyatakan ada sekitar 40 stan perusahaan yang ikut dalam bursa kerja itu. Totalnya lowongan pekerjaan yang ditawarkan untuk sekitar 5.000 orang.

“Lowongan kerja sasarannya paling banyak untuk lulusan SMK,” imbuh Lucy.

Selain bursa kerja, intervensi juga dilakukan melalui pelatihan kompetensi dan pemagangan kerja. Dia menuturkan misalnya untuk pelatihan perhotelan dan front office peserta akan diikutkan program pemagangan ke perusahaan terkait. Termasuk kemungkinan penempatan kerja.

“Kami akan koordinasikan untuk pemagangan sampai penempatan kerja,” imbuhnya.

Sebelumnya Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyampaikan program dalam gerakan Gandeng Gendong menekankan pada pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan kerja sehingga masyarakat miskin dapat berdaya dan mengurangi angka rasio gini di Kota Yogyakarta.

“Pemberdayaan masyarakat lewat pelatihan-pelatihan dan penekanan pada magang kerja dan kerja sama penempatan kerja,” tambah Heroe. (Tri)

Read previous post:
Kulonprogo Juara Best Smart Governance ISNA 2018

WATES (MERAPI) - Berkat inovasi yang dilakukan, Kabupaten Kulonprogo berhasil meraih peringkat pertama kategori Best Smart Governance untuk Kabupaten dalam

Close