Tanpa Demo, Buruh Pilih Senam Bersama Peringati May Day

KSPSI Kota Yogyakarta dan Dinas KUKM Naketrans memaparkan terkait peringatan hari buruh tahun 2018. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
KSPSI Kota Yogyakarta dan Dinas KUKM Naketrans memaparkan terkait peringatan hari buruh 2018. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Peringatan hari buruh atau May Day pada 1 Mei menjadi momentum para buruh menyampaikan aspirasi. Setidaknya ada enam tuntutan buruh yang akan disuarakan pada peringatan hari buruh Selasa nanti, mulai dari peraturan pengupahan sampai hak pekerja berserikat.

“Yang disuarakan tentu harapan dan keadaan buruh yang bisa lebih baik di tengah perkembangan di Kota Yogyakarta. Kami tidak demo-demo tapi memperingati dengan kegiatan senam bersama di Balaikota,” kata Ketua Konfederansi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Yogyakarta Tri Agus Haryadi di Balaikota, Jumat (27/4).

Meski demikian diakuinya ada sebagian buruh yang akan menyuarakan aspirasi dengan menggelar aksi. Terutama pengurus SPSI di tingkat pusat di Jakarta. Ada 6 tuntutan pekerja yang akan disuarakan dalam May Day yakni mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, implementasi jaminan kesehatan serta jaminan ketenagakerjaan dan jaminan pensiun.

“Jaminan pensiun bagi pekerja itu adalah kebijakan baru. Sebagian perusahaan belum mengikutkan pekerja pada program jaminan pensiun di BPJS Ketenegakerjaan,” paparnya.

Tuntutan lainnya terkait penghapusan sistem pekerja alih daya atau out sourcing, hak pekerja berserikat dan menolak revisi Undang Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Rencananya enam tuntutan pekerja itu juga akan disuarakan dalam peringatan May Day di Balikota.

“Kami juga akan suarakan aspirasi pekerja itu secara kondusif pada peringatan di Balaikota. Kami memperingati hari buruh secara kondusif karena Kota Yogyakarta adalah kota wisata, agar wisatawan tidak terganggu dan tetap nyaman,” terang anggota SPSI Kota Yogyakarta dari sektor perhotelan, Muhammad Affandi.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Tenaga Kerja dan Transmigrasi (KUKM Nakertrans) Lucy Irawati menjelaskan, hari buruh akan diperingati bersama para pekerja dan keluarga, manajemen pengusaha dan Dinas KUKM Nakertrans Selasa (1/5) di Balikota. Kegiatan bertema ‘May Day is Fun Day’ itu akan diisi dengan senam, lomba gerak jalan perwakilan pekerja dari tiap perusahaan serta donor darah.

“Pada peringatan haris buruh diperingati dengan kegiatan yang memberi suasana kegembiraan pekerja, manajemen perusahaan dan pemerintah sebagai tripartid bisa terjalin kekeluargaan. Jadi 1 Mei tidak identik dengan demo. Ada wadah untuk menyampaikan keluhan dan permasalahan,” tutur Lucy.

Dia menyebut peringatan ‘May Day’ setidaknya akan diikuti sekitar 1.500 orang pekerja dan kelurganya. Jumlah pekerja di Kota Yogyakarta sekitar 66.600 pekerja dari total sekitar 1.500 perusahaan.

Kepala Bidang Kesejahteraan dan Hubungan Industrial Dinas KUKM Nakertrans Kota Yogyakarta, Rihari Wulandari menambahkan selama tahun 2017 dinasnya menerima 60 aduan kasus pekerja. Namun hanya 25 kasus yang dimediasi dinas secara tripartit, 2 kasus dibawa ke Pengadilan Hubungan Industrial dan sisanya diselesaikan secara bipartit antara pekerja dan perusahaan.

“Kasus yang menonjol terkait upah, jaminan ketenagakerjaan dan pemutusan hubungan pekerjaan. Kalau tidak selesai di kami, akan diselesiakan ke pengadilan hubungan industrial,” kata Wulan. (Tri)

Read previous post:
MERAPI-BAMBANG PURWANTO Mobil Innova terperosok parit usai menewaskan murid SD.
MAIN TANPA PENGAWASAN, KORBAN DITABRAK MOBIL-Nyelonong Nyebrang Jalan, Bocah SD Tewas

WONOSARI (MERAPI)- Kasus ini bisa jadi pelajaran bagi para orangtua untuk mengawasi anak-anaknya saat bermain. Di Gunungkidul, bocah siswa SD,

Close