Bantuan Jadup Lansia Ditransfer 4 Bulan Sekali

UMBULHARJO (MERAPI) – Hingga bulan keempat bantuan jaminan hidup (jadup) untuk lansia dan penyandang disabilitas pemilik Kartu Menuju Sejahtera (KMS) belum dicairkan. Dinas Sosial Kota Yogyakarta masih mempersiapkan penyaluran bantuan karena jadup lansia disalurkan secara nontunai.

“Belum. Kami baru proses pembukaan nomor rekeniing bank untuk penyaluran jadup lansia. Lansia pemegang KMS kami undang sosialisasi ke kelurahan untuk buka rekning di bank,” kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Erianti Edi Purnomo, Kamis (19/4)

Menurutnya, penyaluran dilakukan secara nontunai karena mengacu pada ketentuan pengeluaran APBD di atas Rp 500 ribu harus nontunai. Besaran bantuan jadup yang diberikan kepada lansia KMS sebanyak Rp 300/bulan, tapi disalurkan setiap 4 bulan sekali sehingga mencapai Rp 1,2 juta.

“Penyaluran secara nontunai juga agar jadup yang diberikan tetap sasaran dan transparan. Rekening bank milik pemerintah daerah sehingga bisa ditarik sampai nol rupiah tidak perlu saldo minimal,” ucapnya.

Jumlah lansia pemegang KMS yang menerim jadup awalnya terdata hingga 900 orang. Namun setelah diverifikasi hanya menjadi 675 orang karena sebagian sudah meninggal dunia, pindah domisili dan tidak ditemukan. Bantuan jadup bagi lansia pemegang KMS itu baru dimulai tahun ini.

“Penyalurannya kami masih cari waktu karena ini bantuan baru untuk pemilik KMS. Harapan kami April ini sudah bisa disalurkan,” ujar Edi.

Sementara itu Kepala Bidang Advokasi dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Yogyakarta Tri Maryatun mengatakan, untuk jadup penyandang disabilitas akan disalurkan secara tunai. Pihaknya berpedoman pada Peraturan Presiden nomor 63 tahun 2017 tentang penyaluran bantuan sosial nontunai pasal 4 ayat 3. Mengacu aturan itu penyaluran bansos nontunai dikecualikan bagi penyandang disabilitas, lansia, eks penderita penyakit kronis, komunitas adat terpencil atau daerah yang blm memiliki informasi serta penyaluran nontunai.

Dia menyebut total penyandang disabilitas yang menerima jadup sebanyak 115 orang terdiri atas 46 orang disabilitas dari pemegang KMS dan 85 orang disabilitas dari basis data terpadu kemiskinan. Besaran bantuan jadup disabilitas Rp 300 ribu/bulan.

Secara terpisah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta Kadri Renggono mengakui belum mengeluarkan bantuan jadup itu dari kas daerah karena masih dalam proses pencairannya. Dasar hukum untuk penyaluran bantuan jadup yakni keputusan walikota hibah bansos sudah dibuat.

“Berkas pencairan dana jadup untuk lansia dan penyandang disabilitas KMS sudah diajukan ke BPKAD. Masih dalam proses pencairannya. Kepwal-nya sudah ada,” papar Kadri.  (Tri)

Read previous post:
JELANG SETAHUN KEPEMIMPINAN HARYADI-Sejumlah Jabatan OPD Masih Diisi Pelaksana Tugas

UMBULHARJO (MERAPI) - DPRD Kota Yogyakarta mendesak agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Yogyakarta segera diisi pejabat definitif. Pasalnya

Close