Masuk Zona Orange, Pikatan Water Park Tutup

MERAPI-ZAINI ARROSYID
Suasana Pikatan Water Park lengang.

TEMANGGUNG (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Temanggung menutup untuk umum obyek wisata air Pikatan Water Park sampai batas waktu yang tidak ditentukan, karena kembali masuk dalam kategori zona orange Covid-19. Langkah pemkab tersebut harus diikuti pengelola wisata lain di Kabupaten Temanggung.

Sekretaris II Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung Djoko Prasetyono mengatakan penutupan Pikatan Water Park oleh Bupati Temanggung tercatat sejak Sabtu (1/5). “Pemkab tegas, begitu masuk zona orange, langsung menutup tempat wisata yang dimiliki,” kata Djoko Prasetyono saat ditemui Selasa (11/5).

Djoko mengatakan keselamatan dan kesehatan warga menjadi pertimbangan terpenting dalam kebijakan penutupan tempat wisata. Di dalam PPKM tingkat kabupaten telah diatur bahwa jika zona orange harus menutup seluruh tempat wisata.

Tempat wisata, katanya kembali dibuka jika di zona kuning dan hijau. Beberapa waktu lalu Pikatan Water Park dibuka dengan pembatasan karena Temanggung berada di zona kuning. Maka itu Pikatan Water Park akan dibuka jika nanti zona kembali di kuning dan hijau. “Mari kita bersama berjuang agar Temanggung masuk ke zona hijau dan kuning,” kata dia.

Tempat wisata lain, baik yang dikelola pribadi atau desa, tegas dia, harusnya juga mengikuti langkah Pemkab Temanggung. Jika ada yang nekat buka, maka pemkab dengan terpaksa akan menutupnya.

Djoko mengatakan sebelum keputusan penutupan, manajemen Pikatan Water Park telah mengajukan kegiatan liburan, syawalan pada Bupati Temanggung. Namun ditolak, karena ada kebijakan penutupan. “Surat jawaban telah disampaikan ke manajemen Pikatan Water Park,” kata dia.

Dia mengatakan pada warga untuk liburan atau berwisata di rumah saja, berkumpul dengan keluarga. Warga untuk tidak keluar rumah dan jika terpaksa harus menerapkan protokol kesehatan seperi memakai masker dan jauhi kerumunan, sebab itu menjadi sumber penularan dan terpapar Covid-19.

Obyek wisata air Pikatan Water Park Temanggung sendiri selama ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi masyarakat Temanggung dan sekitarnya. Sebelum masuk zona orange, pengelola juga telah melakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Pengunjung dibatasi. Pengelola hanya menerima seperempat dari kapasitas untuk pengendalian penularan Covid-19. Yakni hanya 450 orang, dari daya tampung 1.700 orang.

Ditutup sementara karena pandemi, bukan hal baru di Pikatan Water Park. Sebelumnya, Pikatan Water Park terpaksa tutup hampir setahun bahkan sebagian karyawan harus di rumahkan.
Tak hanya sebagai objek wisata, Pikatan Water Park juga berkontribusi untuk peningkatan prestasi para atlet renang Kabupaten Temanggung. Selama tutup, atlet renang melakukan latihan di luar kota terus.

Pelaksana Tugas Direktur Perumda Bhumi Phala Wisata selaku pengelola Pikatan Water Park, Bagus Pinuntun, menyampaikan sebagai sebuah unit usaha perusahaan ini cukup bagus, terbukti ini menjadi salah satu destinasi wisata skala lokal maupun regional.

Bagus menuturkan sebagai wahana rekreasi dan sebuah badan usaha ternyata cukup sehat terbukti dari tahun ke tahun mampu memberikan sebuah keuntungan kepada pemerintah daerah, terakhir mampu menyumbang pendapatan asli daerah Kabupaten Temanggung Rp 689 juta.
Namun, ujarnya sejak pandemi Covid-19 tepatnya pada 16 Maret 2020 lokasi wisata air ini ditutup total dan dari 46 karyawan separuhnya di rumahkan. (Osy)

Read previous post:
Berkah Ramadan, Produsen Peci Banjir Pembeli

SEJAK pertengahan Ramadan hingga menjelang perayaan Lebaran tahun ini, perajin peci di Padukuhan Lengkong, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo, Sarbini

Close