Ganjar Prediksi Kasus Covid-19 di Jateng Meningkat

Ganjar memantau di pos terpadu larangan mudik Kledung Temanggung.(Merapi-Zaini Arrosyid)

TEMANGGUNG (MERAPI) – Gubernur Jawa Tengah memprediksi akan ada peningkatan kasus Covid-19 pascaliburan. Maka itu harus dipersiapkan guna perawatan, seperti rumah sakit dan tempat isolasi terpusat.

“Kita harus berpikir besuk akan naik meski mudah-mudahan tidak terjadi,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ditemui saat peninjauan Posko Terpadu Larangan Mudik di Kledung Temanggung, Senin (10/5).

Di pos tersebut, Ganjar mendapat penjelasan situasi arus lalu lintas dan hasil penyekatan yang dilakukan dari Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo dan Kapoles AKBP Benny Setyowadi.

Ganjar menyampaikan terima kasih kepada bupati/walikota dan kades yang membuat tempat isolasi-isolasi khusus. Di Banyumas dan Solo bahkan dibuat aturan warga yang langsung menjalani isolasi selama lima hari, walaupun hasil tes swab antigen negatif.

Maka itu, terang dia, daripada mudik lalu diisolasi lebih baik tidak mudik. Warga dapat memanfaatkan teknologi dengan telepon, berkirim pesan dan panggilan video untuk bersilaturahmi.

Dikatakan pihaknya telah mengecek sejumlah Posko Terpadu Larangan Mudik, baik yang ada di sisi utara, selatan maupun Jateng bagian tengah. Warga yang melintas diperiksa oleh petugas yang tidak membawa surat swab antigen dengan hasil negatif diminta untuk swab di lokasi pemeriksaan.

Diperkirakan ada 641 ribu orang masuk Jateng sampai kemarin. Sedangkan pada tahun lalu mencapai 1 juta. Peningkatan arus terutama terjadi pada 5 Mei dan pada 6 Mei jumlahnya sudah tidak sebanyak hari sebelumnya.

Dikatakan pemantauan akan terus dilaksanakan, terutama di tempat-tempat pariwisata. Sebab kemungkinan ada yang akan buka. Penutupan tempat wisata secara penuh di Kabupaten Magelang, Wonogiri, Kebumen dan Kudus sedangkan di daerah lain dibuka dengan pembatasan pengunjung maksimal 30 persen.

“Di 4 kabupaten jika masih nekat akan ditutup, demikian juga jika melebihi batas maksimum pengunjung,” kata dia.
Dia mengatakan pentingnya warga untuk menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, hindari kerumunan, sering cuci tangan dan memakai masker. Warga juga diminta untuk patuhi Satgas Covid-19 setempat untuk pengendalian penularan Covid-19.

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi mengatakan pihaknya telah memutar balik tidak kurang dari 107 kendaraan ke daerah asal karena tidak dapat menunjukkan surat-surat atau dokumen yang diperlukan. “Penyekatan kendaraan terus dilakukan, pemeriksaan dilakukan secara teliti terutama kendaraan dengan plat nomor kota jauh,” kata dia. (Osy)

Read previous post:
ilustrasi
Simpan Miras 35 Botol, Diamankan Petugas

WATES (MERAPI) - Seorang warga Ngestiharjo Wates Kulonprogo ditindak petugas Satpol PP Kulonprogo setelah terbukti menyimpan miras 35 botol di

Close