Penyandang Disabilitas Dilatih Membuat Kue

MERAPI-Zaini Arrosyid
Penyandang Disaibilitas belajar membuat kue kering

TEMANGGUNG (MERAPI) – Penyandang disabilitas di Balai Besar Disabilitas Kartini mendapat pelatihan membuat kue kering dari chief profesional sebagai persiapan untuk membuka usaha keluarga di bulan Ramadan dan Lebaran.

Turut dalam pelatihan tersebut pendamping penerima manfaat disejumlah balai besar dibawah Kementerian Sosial di Jawa Tengah. Seperti Balai Besar Antasena Salaman, Balai Besar Margo Laras pati dan Balai Besar Bina Daksa Prof. DR. Soeharso Surakarta.

Penyuluh sosial Balai Besar Disabilitas Kartini, Nurul Komariah mengatakan jumlah peserta mencapai 30 orang. Mereka berlatih membuat kue kering mulai tanggal 8 hingga 11 April mendatang. ” Selain penerima manfaat, mereka yang telah lulus dari balai besar serta pendampingnya juga mendapat pelatihan,” kata Nurul Komariah, Jumat (9/4).

Dia mengatakan tujuan pelatihan agar penerima manfaat dan pendamping mampu atau menambah keterampilan dalam membuat kue kering, yang nantinya ditularkan pada yang lain. Kedepan diharapkan merepa punya satu keterampilan agar dapat menghasilkan usaha sendiri atau punya pendapatan dari membuat kue.

” Pemasaran dapat dilakukan di Balai Besar Disabilitas Kartini. Kami punya sentra kreasi untuk menampung, promosi dan menjualkan hasil,” kata dia.

Dia mengatakan dengan terampil membuat kue diharapkan mereka mandiri secara sosial dan ekonomi. Pembuatan kue dapat dilakukan dengan pendampingan keluarga.

” Mendekati Ramadan dan Lebaran, menjadi satu momentum untuk berlatih membuat kue kering. Di bulan itu banyak sekali yang pesan atau membutuhkan kue,” kata dia.

Eksekutif Direktur Surabaya Hotel School, Agus Supomo mengatakan pelatihan sebagai upaya pemberdayaan penerima manfaat terutama yang berada di balai dibawah kementerian sosial. Pelibatan instruktur atau mentor karena mereka yang akan mendapingi penerima manfaat.

” Penerima manfaat ini tidak bisa dilepas begitu saja usai dapat membuat kue, mentor ini harus mendampingi,” kata dia.

Dia mengatakan pelatihan difokuskan pada kue kering sebab berdasar pengalaman yang banyak di pesan dan terjual mendekati lebaran. (Osy)

Read previous post:
Pemerintah Diharap Segera Membuat Juknis Pemanfaatan FABA

JAKARTA (HARIAN MERAPI) - Limbah atau abu batu bara yang populer disebut FABA, ke depannya sangat berpotensi menjadi primadona dalam

Close