Kemensos Berencana Wujudkan 41 SKA

MERAPI-ZAINI ARROSYID
Mensos Tri Rismaharini melihat hasil kerajinan di Sentra Kreasi Atensi Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung

TEMANGGUNG (MERAPI) – Kementerian Sosial berencana mewujudkan 41 Sentra Kreasi Atensi (SKA) di Indonesia sebagai multi pelayanan pada kelompok rentan dan termajinalkan. SKA akan dijadikan pusat pengembangan kewirausahaan dan vokasional, selain menjadi media promosi hasil karya penerima manfaat dalam satu kawasan.

Demikian disampaikan Menteri Sosial Tri Rismaharini saat meresmikan SKA di Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung, Jumat (5/3). Dalam peresmian itu, ikut mendampingi antara lain Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Temanggung Al Khadziq, kepala Balai Joewina.

Tri Rismaharini mengatakan saat ini SKA antara lain telah berdiri di mengatakan Balai Pangudi Luhur Bekasi dan Balai Besar Disabilitas Kartini Temanggung. Pembentukan ini memang tidak dapat ditunda-tunda, karena sangat dibutuhkan penyandang disabilitas.

” SKA sangat dibutuhkan dan saudara-saudara kita bisa segera memanfaatkannya. Kecepatan kepala balai sangat menentukan perwujudan SKA ini,” kata Tri Rismaharini.

Dia mengatakan di SKA itu penerima manfaat tidak hanya satu jenis disabilitas, tetapi berbagai macam. Contohnya tidak hanya disabilitas netra tetapi juga rungu dan lansia. Mereka diajari berbagai keterampilan seperti batik ciprat, handycraf, laundry, caffe, bertani dan beternak.

” Peternak ayam telur misalnya untuk memangkas harga telur pada saudara-saudara PKH. Telur dijual Rp 18 ribu per kilo lebih murah dibanding di pasar yang Rp 18.500 per kilogram,” kata dia sembari mengatakan di balai yang masih ada lahan luas akan diajari tanam porang.

Dia mengatakan sejumlah balai dipaksa untuk berproduksi memenuhi kebutuhkan kaum disabilitas. Contoh Balai Besar Disabilitas Fisik Prof Suharso di Solo untuk membuat 300 kursi roda elektrik, yang keperuntukkan 100 buah disabilitas pengguna kursi roda, 100 serebral palsi dan 100 untuk hydrocypalus.

” Di Makasar juga demikian. Untuk buat 100 untuk kursi roda elektrik,” kata dia.

Balai Besar di Cibinog, katanya akan membuat sepeda motor roda tiga dengan harapan penyandang disabilitas punya aksebilitas lebih baik karena menggunakan kendaraan yang bisa digunakan untuk bekerja.

” Tuhan memang membawa kita cobaan berupa pandemi, tetapi kita dikaruniai akal dan kesehatan sehingga bisa melakukan berbagai hal,” kata dia.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan melalui SKA diharapkan penyandang disabilitas makin percaya diri untuk berkarya dengan hasil yang berkualitas. ” Nanti kita bantu untuk promosi dan memasarkannya,” kata Ganjar. (Osy)

Read previous post:
Efektif Tekan Corona, Pemda DIY Siap Perpanjang Pembatasan Mikro

Close