Hutan Desa untuk Konservasi Lahan

Situasi hutan kopi yang cukup curam di desa Gunungsari Pati. (Foto/Alwi Alaydrus)
Ilustrasi

TEMANGGUNG (MERAPI) – Pemerintah desa kawasan Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau di Kabupaten Temanggung didorong pemkab setempat membuat hutan desa guna mendukung konservasi lahan dalam program “Sabuk Gunung”.

“Hutan desa dibuat di lahan milik desa. Kami sangat mendorong pemerintah desa membuat hutan desa,” kata Bupati Temanggung Al Khadziq, Jumat (26/2).

Al Khadziq mengatakan konservasi lahan diperlukan karena lingkungan hidup di lerang Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau semakin gundul. Pohon diperlukan untuk menahan air dan erosi tanah.

Air yang tidak tertahan, kata dia, membuat sumber mata air debitnya menurun bahkan ada sumber mata air yang mati. Jumlahnya kian tahun bertambah, ini dapat dilihat dari bertambahnya desa-desa yang membutuhkan droping air di musim kemarau.

Dikatakan kerusakkan lahan di kawasan tersebut mengkhawatirkan, jika tidak segera dikonservasi kerusakkan akan semakin parah dan lahan tidak lagi subur dan kering.

Dikatakan hasil identifikasi masalah potensi kekeringan dan potensi matinya sumber air di Kabupaten Temanggung ini terjadi antara lain karena di kawasan lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau semakin sedikit pohon tegakan.

Disampaikan kebanyakan pohon dibabat masyarakat untuk kepentingan bertani, sebab dinilai dapat menaungi tanaman pertanian sehingga tanaman pertanian itu tumbuh tidak optimal.

“Sehingga pohon-pohon dibabat karena alasan ekonomi. Meskipun alasannya ekonomi tetapi menjadi kewajiban semua masyarakat untuk menyelamatkan lingkungan hidup,” katanya.

Disampaikan banyak manfaat yang didapat masyarakat dari menanam banyak pohon diantaranya meningkatnya cadangan air tanah yang nantinya air dapat melimpah kembali.

“Secara umum pohon sebagai penyedia cadangan oksigen yang lebih banyak lagi,” katanya.

Pembuatan hutan desa, kata Al Khadziq dapat dibiayai dari keuangan yang didapat desa, Pemerintah Kabupaten akan mendukung dengan berbagai bantuan seperti bantuan bibit, dan pendampingan. (Osy)

Read previous post:
Geprekan GoFood Tetap Diidolakan Pecinta Kuliner Yogya

MIE pedas boleh jadi pendatang baru makanan terfavorit sepanjang tahun 2020 versi GoFood di Yogyakarta. Hanya saja, penyetan dan serba

Close