Masa Covid-19, Permintaan Benih Ikan Meningkat 43 Persen

MERAPI-Atiek Widyastuti H Sri Hartono sedang memberi makan ikan.
Ilustrasi

TEMANGGUNG (MERAPI) – Permintaan benih ikan di Balai Benih Ikan (BBI) Mungseng, Kabupaten Temanggung, dimasa pandemi Covid-19 meningkat hingga empat puluh tiga persen.

Kepala Unit BBI Mungseng Djoko Susilo mengatakan peningkatan permintaan benih terutama pada jenis ikan nila dan lele. Kini pihaknya harus menyediakan setidaknya satu ton per bulan.

” Penguasaha, karyawan yang secara ekonomi terdampak Covid-19, seperti di PHK atau menunggu kembali bekerja kini ke budi daya perikanan,” kata Djoko Susilo, Jumat (4/9).

Dikemukakan peningkatan permintaan benih ikan tersebut terjadi sejak Maret lalu. Dikala sebelum Covid-19, dalam satu bulan rata-rata permintaan 700 kg, kemudian menjadi 1 ton per kilogram.

” Permintaan itu untuk ikan nila dan lele,” kata dia.

Peningkatan permintaan benih sebab untuk budi daya perikanan dan bisnis perikanan dinilai lebih menguntungkan karena bisa dilakukan di kolam permanen maupun kolam buatan.

” Kini warga sudah mulai mengisi kolam baik yang lama maupun yang baru. Pengisian sebelum musim hujan. Pengisian yang lalu kini belum panen,” kata dia.

Dia mengemukakan untuk benih nila hitam Rp 35.000 per kilogram, nila merah Rp 40.000 per kilogram, sedangkan lele Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.

Disampaikan guna mencukupi ketersediaan benih, pihaknya menggandeng kelompok tani dan perikanan untuk budi daya benih. (Osy)

Read previous post:
SRIKUNTHI PENDEKAR BELATI (10-HABIS) – Badai Meluluhlantakkan Ara-ara Grinting

Orang-orang itu membawa pemimpin mereka yang terluka parah dan membutuhkan perawatan sesegera mungkin. Ki Gede Pituruh semakin menajamkan pendengarannya lagi.

Close