SMKN 1 Temanggung Mulai Pembelajaran Tatap Muka

TEMANGGUNG (MERAPI) – SMK Negeri 1 Temanggung mulai menerapkan pembelajaran tatap muka. Namun sebagai uji coba pembelajaran tatap muka diikuti dengan siswa terbatas.

” Sekitar 12 siswa per kelas untuk pembelajaran tatap muka. Ini perlu diujicoba,” kata Kepala SMKN 1 Temanggung Tri Satya Budi, Senin (31/8).

Dia mengemukakan SMKN 1 Temanggung merupakan salah satu sekolah yang diizinkan untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka oleh Gubernur Jawa Tengah.

Tri menjelaskan jumlah siswa satu kelas di sekolahnya sebanyak 36 anak dan dibagi menjadi tiga rombongan belajar. Sehingga dalam satu putaran pembelajaran tatap muka untuk satu kelas belangsung tiga hari.

” Satu hari dari kelas 10, 11, dan kelas 12 ada 108 siswa yang masuk sekolah,” kata dia.

Dia mengatakan jumlah siswa dibatasi untuk memantau secara ketat siswa agar semua standar operasional prosedur (SOP) dapat dipatuhi. Pembelajaran pun hanya berlangsung selama 3 jam dari 7.30-10.30 WIB.

Dikatakan evaluasi akan dijalankan, bila semua berjalan dengan lancar dan aman. Rencana selanjutnya adalah peningkatan pembelajaran yakni shift kedua pukul 12.30-15.30 WIB untuk anak yang lain.

Dia mengemukakan siswa yang dapat mengikuti pembelajaran tatap muka adalah yang mendapatkan izin dari orang tua atau keluarga. Sekolah tidak bisa memaksa pada siswa karena hal itu meruakan hak mereka dan sekolah tetap akan melayani belajar jarak jauh atau belajar dari rumah.

” Siswa berasal dari zona merah tidak diizinkan ikut pembelajaran tatap muka sampai nanti zonanya berubah atau dinyatakan aman,” kata dia.

Dia menyampaikan siswa yang dari rumah ke sekolah menggunanan kendaraan umum juga tidak diizinkan ikut pembelajaran tatap muka sebab terlalu risiko. Selama diangkutan umum tidak dapat dijamin keamanan jaga jaraknya, kendaraan sudah disemprot cairan disinfektan atau belum sehingga untuk sementara yang diizinkan ikut pembelajaran tatap muka anak yang naik kendaraan sendiri, diantar keluarganya atau jalan kaki.

Pada penerapan protokol kesehatan, kata dia, dimulai dari pintu gerbang ada petugas yang mengukur suhu badan. Siapa pun yang masuk ke sekolah, baik guru, tenaga kependidikan, maupun siswa bahkan tamu untuk dapat diukur suhu bandannya dengan thermogun.

“Kalau suhu badannya di bawah 37,3 derajat celcius nanti dilanjutkan cuci tangan pakai sabun, kemudian baru menuju ke ruang kelas. Yang pasti semua harus pakai masker serta jaga jarak dan jalan kaki di lingkungan sekolah pun kita buat alurnya,” katanya.

Tri menambahkan kepastian pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah masih menunggu informasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. (Osy)

Read previous post:
Budidaya Stroberi Gunakan Plastik Polybag

MESKI bukan tanaman asli Indonesia, namun stroberi dapat tumbuh dan berkembang di beberapa daerah di Indonesia. Cara budidayanya tak harus

Close