Gubernur Akan Pantau Pembelian Tembakau

MERAPI-Zaini Arrosyid
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

TEMANGGUNG (MERAPI) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan memantau pembelian atau penyerapan tembakau rajangan di pabrik rokok untuk memastikan harga menguntungkan petani. Pembelian tembakau harus dilakukan perusahaan karena punya dimensi kemanusiaan dan menggerakkan perekonomian.
” Saya akan pantau. Saya akan datang ke gudang-gudang memantau pembelian tembakau oleh pabrik,” kata Ganjar Pranowo, saat memantau pembelian tembakau rajangan di Temanggung, Selasa (26/8).

Dia mengatakan belum semua pabrik rokok menyerap tembakau rakyat dengan berbagai alasan. Makanya mereka yang belum melakukan itu untuk segera menyerap. Penyerapan untuk menggerakkan perekonomian rakyat di masa pandemi Covid-19. ” Jadi agar petani ada uang dan perekonomian berputar,” kata dia.

Pemerintah Kabupaten Temanggung meminta pabrik rokok dapat merevisi harga tembakau pada masa panen raya tembakau tahun ini agar tidak merugikan petani.
” Harga tembakau masih berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogram, hal ini masih sangat jauh dari harapan petani,” kata Bupati Temanggung Al Khadziq, Rabu (26/8)

Harapan petani, kata dia, harga tembakau pada grade C sudah pada Rp 80.000 hingga Rp 90.000 per kilogram sehingga petani dapat menikmati hasil dari usaha pertembakauannya. ” Penyerapan tembakau juga masih rendah, sehingga kami minta pabrik membuka selebar-lebarnya pembelian sehingga terjadi keseimbangan penawaran dan permintaan,” kata dia.

Menurut dia, rendahnya harga tembakau ini selain penyerapan rendah atau pabrik belum melakukan pembelian besar-besaran kemungkinan ada sinyalemen karena rantai masalah yang timbul akibat kenaikan cukai rokok kretek sebesar 23 persen oleh pemerintah.
“Kenaikan cukai tersebut konon membuat penjualan rokok kretek dari pabrik menurun sehingga pabrik dalam penyerapan bahan baku juga diturunkan. Tetapi saya belum tahu persis karena ini hanya informasi yang beredar, kabarnya penyerapan rokok kretek menurun, pasti yang lebih tahu angka penjualan pihak pabrik rokok,” katanya.

Pada masalah kenaikan cukai rokok ini, katanya ketika pabrik ditekan dengan cukai yang semakin tinggi maka pabrik harus melakukan efisiensi pengeluaran dan efisiensi ini yang paling mudah dilakukan adalah menekan petani.

Dikatakan pabrik rokok tidak mungkin melakukan efisiensi dengan cara memotong gaji pegawai atau buruhnya. Sebab ada undang-undang yang mengatur tentang upah minimum. Efisiensi di lini produksi yang lain kalau memang sudah efisien, maka satu-satunya yang paling mudah dalam menyiasati kenaikan cukai rokok adalah menekan harga bahan baku, akibatnya petanilah yang terkena dampaknya.
Dia mengutarakan hal lain yang membuat harga tembakau masih rendah adalah disebabkan di awal panen tembakau, Temanggung diterpa hujan selama satu minggu, hal ini secara teknis pertanian membuat daun tembakau juga berubah.

“Daun tembakau yang semula mutunya sudah bagus, kadar nikotinnya tinggi, dengan terkena hujan sedikit berkurang, mungkin juga menjadi salah satu faktor harga sampai sekarang belum bagus,” katanya.
Menurut dia dalam situasi seperti ini Pemkab Temanggung akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin untuk membantu para petani keluar dari kemelut seperti ini.

“Saya mengimbau dan memohon pihak pabrik segeralah melakukan pembelian, seperti yang mereka rencanakan sebelumnya, karena sekarang tembakau sudah menumpuk di petani,” katanya. (Osy)

Read previous post:
Tanaman Berkarakter Unik Layak Dikoleksi

ADA beragam cara agar bisa mendapatkan hiburan atau mengisi waktu luang karena terkena imbas wabah Covid-19. Menerjuni hobi yang digemari,

Close