Positif Covid-19 di Sukoharjo Naik, 68 Kasus Klaster Keluarga

SUKOHARJO (MERAPI) – Kasus positif virus Corona di Kabupaten Sukoharjo naik sebanyak 68 kasus hanya dalam waktu dua hari. Kenaikan kasus tersebut berasal dari kontak erat klaster keluarga. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo per 9 Juni diketahui akumulasi kasus positif virus Corona sebanyak 6.402 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Kamis (10/6) mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat dalam waktu dua hari terhitung 8 dan 9 Juni 2021 ada kenaikan data kasus positif virus Corona sebanyak 68 kasus. Angka temuan tersebut sangat tinggi karena hanya terjadi dalam rentang waktu dua hari saja. Kenaikan tersebut membuat akumulasi kasus positif virus Corona aktif naik menjadi 263 kasus.

Kenaikan kasus positif virus Corona sebanyak 68 kasus terjadi dari kontak erat klaster keluarga. Hal ini sesuai temuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo saat melakukan pemeriksaan dan penanganan kasus.
“Kenaikan itu berasal dari kontak erat kasus positif yang sudah ada dari klaster keluarga. Temuan itu kami dapati ada 68 kasus baru positif virus Corona dalam dua hari terhitung 8 dan 9 Juni 2021,” ujarnya.

Yunia menjelaskan, temuan kasus baru tersebut bukan dari klaster baru melainkan klaster keluarga. Penularan tersebut dimungkinkan cepat terjadi mengingat adanya kontak erat sesama anggota keluarga yang sebelumnya diketahui sudah positif virus Corona.
“Ketika ada anggota keluarga yang positif virus Corona kemudian menulari anggota keluarga lainnya,” lanjutnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah melakukan penanganan terhadap semua kasus positif virus Corona tersebut. Diharapkan mereka bisa segera sembuh seperti semula secepatnya.
Kenaikan kasus positif virus Corona sebanyak 68 kasus dalam dua hari membuat angka kasus positif virus Corona aktif naik terakumulasi menjadi 263 kasus. Kasus tersebut terbagi rawat inap dan isolasi mandiri.

Atas terjadinya kenaikan kasus tersebut membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta pada masyarakat semakin memperketat penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun. Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan ditegaskan Yunia mampu memutus penyebaran virus Corona.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo per 9 Juni 2021 diketahui akumulasi kasus positif virus Corona di Sukoharjo sudah mencapai 6.402 kasus. Rinciannya, terdiri dari 5.676 kasus sembuh, 463 meninggal dan 263 kasus aktif. Untuk kasus aktif sendiri terdiri dari 107 orang menjalani isolasi mandiri dan 156 orang rawat inap di rumah sakit.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo juga mencatat ada 263 kasus positif virus Corona tersebar di 12 kecamatan. Rinciannya, masing-masing Kecamatan Kartasura 17 kasus, Baki 16 kasus, Grogol 31 kasus, Mojolaban 34 kasus, Sukoharjo 45 kasus, Polokarto 47 kasus, dan Tawangsari 20 kasus. Kemudian Kecamatan Bendosari tujuh kasus, Nguter 15 kasus, Bulu 12 kasus, Weru 15 kasus, dan Kecamatan Gatak empat kasus.
“Selain protokol kesehatan, berbagai upaya juga dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona dengan vaksinasi dan penerapan PPKM Mikro,” lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, mengatakan, kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat seperti membatasi tempat atau kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 50 persen dan work from office (WFO) sebesar 50 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat, melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online dan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan ketentuan, untuk jenjang SD/MI dan PAUD masih melaksanakan PJJ, untuk jenjang SMP, SMA, SMK dan MA dilaksanakan dengan uji coba PTM secara terbatas, ketat dan bertahap dengan pertimbangan peta risiko daerah, untuk jenjang perguruan tinggi atau akademi dilaksanakan dengan uji coba PTM secara bertahap.

Dalam rangka persiapan uji coba PTM tahap III pada bulan Juli 2021 diminta pada satuan pendidikan melakukan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan sesuai protokol kesehatan secara penuh, penguatan komitmen dan perilaku disiplin protokol kesehatan warga satuan pendidikan secara ketat khususnya pendidik, tenaga pendidikan, peserta didik dan orang tua peserta didik, pengendalian mobilitas pendidik yang melaksanakan perjalanan lintas wilayah.
Kegiatan restoran, rumah makan dan warung makan atau pedagang kaki lima (PKL) untuk makan dan minum ditempat sebesar 50 persen dari kapasitas tempat duduk dan tidak boleh melebihi 100 orang. Sedangkan layanan makanan melalui pesan antar atau dibawa pulang tetap diizinkan dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kegiatan masyarakat di fasilitas umum atau tempat wisata atau taman dengan menerapkan kewajiban penerapan screening test antigen atau genose untuk fasilitas berbayar atau lokasi wisata indoor dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat untuk fasilitas umum atau lokasi wisata outdoor. Untuk daerah dengan zona oranye dan zona merah maka kegiatan masyarakat di fasilitas umum atau tempat wisata dan taman dilarang. Apabila terdapat pelanggaran dilakukan penegakan hukum dalam bentuk penutupan lokasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Mam)

Read previous post:
ilustrasi
Togel Merebak di Temanggung, Masyarakat Resah

TEMANGGUNG (MERAPI) - Tokoh agama mendesak kepolisian dan pemerintah daerah Kabupaten Temanggung untuk lekas menindak judi toto gelap (togel) yang

Close